Menurut Maria, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan praktik konstruksi dengan konservasi lingkungan. “Program ini menjembatani kebutuhan pembangunan dengan pelestarian satwa liar, khususnya di kawasan yang menghadapi tekanan terhadap habitat,” ujarnya.
Kegiatan serupa dijadwalkan kembali berlangsung pada 19–24 April 2027. Pendekatan konstruksi berbasis bambu ini diharapkan dapat diperluas, tidak hanya di kawasan konservasi tetapi juga dalam praktik pembangunan yang lebih luas.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
