Tertinggal satu gol, pelatih PSMS Eko Purdjianto terlihat gelisah. Ritme permainan anak asuhnya melamban hingga babak pertama berakhir dengan keunggulan PSPS.
Memasuki babak kedua, Eko bergerak cepat dengan menarik Ari Maring dan Dani Saputra untuk memasukkan Antoni serta Zaki. Strategi ini mengubah wajah permainan PSMS. Meski lini belakang sempat ceroboh, keberuntungan masih memihak tuan rumah. Pada menit ke-63, Clayton kembali mendapat peluang emas lewat umpan pendek Cadenazi, namun tendangannya justru melambung di depan gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-65. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Zaki muncul sebagai pahlawan dengan menceploskan bola ke jala PSPS. Stadion Utama Sumut bergemuruh menyambut skor imbang 1-1.
Eko kembali melakukan rotasi dengan memasukkan Arif Setiawan menggantikan Nazar. Di sisi lain, pelatih PSPS Aji Santoso memasukkan Vieri Doni untuk menjaga momentum. Hingga menit ke-90, skor tidak berubah. Harapan sempat tertumpu pada Rifal Lastori yang masuk menggantikan Clayton, namun pertahanan disiplin PSPS sulit ditembus meski wasit memberikan tambahan waktu 7 menit. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Menanggapi hasil ini, Eko Purdjianto menyebut anak asuhnya sudah tampil impresif namun mengakui adanya masalah mendasar. "Kita tadi sudah tampil impresif, tapi tim lawan juga tampil cukup baik. Hasil imbang ini menjadi pelajaran buat kami untuk menghadapi laga berikutnya melawan Depok. Lagi-lagi masalah kehilangan fokus menjadi salah satu penyebab keberuntungan belum berpihak," tutur Eko didampingi Abdul Zaki Alim.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
