MEDAN, iNewsMedan.id - Bulan suci Ramadhan 2026 kini berada di penghujung jalan dan segera meninggalkan umat Islam. Begitu cepat waktu berlalu hingga hanya tersisa hitungan hari sebelum bulan penuh berkah ini berakhir. Momentum ini menjadi peringatan bagi setiap individu untuk merefleksikan diri, apakah selama sebulan penuh sudah benar-benar menyesali dosa dan memohon ampunan kepada Allah Ta’ala.
Harapan besar masih terbuka lebar di sisa akhir Ramadhan ini. Kesempatan untuk memperbaiki segala kekurangan serta berbenah diri demi menggapai ampunan Ilahi tetap tersedia bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Penyesalan atas kekhilafan masa lalu menjadi kunci utama dalam memanfaatkan sisa waktu yang ada.
Ustaz Sofyan Ruray dalam pesan religiusnya menegaskan agar umat Islam menjadikan hari-hari terakhir Ramadhan sebagai penutupan yang terbaik.
Kualitas ibadah di pengujung bulan ini harus ditingkatkan sebagai bentuk pertanggungjawaban spiritual sebelum Ramadhan benar-benar berlalu. Fokus pada perbaikan diri di detik-detik terakhir dianggap jauh lebih berharga daripada membiarkan waktu terbuang sia-sia tanpa makna.
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا
"Dan hanyalah amalan itu tergantung pada penutupnya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi radhiyallahu'anhu]
وَالِاعْتِبَارُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ لَا بِنَقْصِ الْبِدَايَةِ
"Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan." [Majmu’ Al-Fatawa, Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim rahimahullah, 15/55]
عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إلا القليل فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى
“Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan telah bertekad untuk pergi, dan tidak tersisa waktunya kecuali sedikit, maka siapa yang telah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia sempurnakan, dan siapa yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menutupnya dengan yang lebih baik.” [Lathooiful Ma’arif, Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah, hal. 216]
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
