MEDAN, iNewsMedan.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan bergerak cepat menjaga ketersediaan kantong darah guna menghadapi bulan suci Ramadan hingga libur Idulfitri. Langkah ini diambil menyusul tren peningkatan kebutuhan darah di rumah sakit yang kerap berbanding terbalik dengan penurunan jumlah pendonor selama masa puasa.
Ketua PMI Kota Medan, Musa Rajekshah, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Medan tidak pernah berhenti dan justru cenderung meningkat signifikan saat mendekati libur Lebaran. Di sisi lain, aktivitas donor sering kali menurun karena masyarakat cenderung menunda pengambilan darah saat sedang berpuasa.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk tidak ragu mendonorkan darahnya. Donor darah tidak membatalkan puasa dan merupakan amal kemanusiaan yang sangat mulia," ujar sosok yang akrab disapa Ijeck tersebut, Rabu (4/3/2026).
Untuk memastikan pelayanan pasien di rumah sakit tetap berjalan tanpa kendala hingga pasca-Lebaran, PMI Medan melakukan beberapa langkah strategis:
- Pemberian Apresiasi: Sebagai bentuk terima kasih, PMI memberikan paket beras 5 kilogram bagi masyarakat yang berhasil mendonorkan darahnya pada Maret 2026.
- Jaminan Kesehatan: Tenaga medis akan melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan pendonor tetap dalam kondisi prima meski sedang berpuasa.
- Kampanye Gaya Hidup: Mendorong masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan budaya tolong-menolong yang rutin.
PMI Kota Medan memastikan bahwa seluruh proses pengambilan darah dilaksanakan sesuai standar keamanan medis. Ijeck menekankan bahwa pemberian beras bukanlah bentuk imbalan materi, melainkan simbol apresiasi atas semangat gotong royong warga Medan.
"Setetes darah yang kita berikan sangat berarti bagi keselamatan nyawa orang lain. Kami berharap stok darah tetap aman dan mencukupi hingga setelah masa libur Idulfitri selesai," pungkasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
