Ngumpul Pas Bukber Puasa Ramadan Itu Sunah Gak Sih? Ini Jawabannya

Ismail
Ilustrasi, Ramadan, buka puasa bersama (bukber). (Foto: AI).

MEDAN, iNewsMedan.id- Ramadan identik dengan satu hal yang selalu ramai tiap tahun, yakni buka puasa bersama (bukber). Kalender mendadak penuh, chat grup gak berhenti bunyi, dan timeline dipenuhi foto minuman dingin plus caption “finally bukber juga”. Buat Gen Z, ini sudah seperti lifestyle musiman. Tapi di balik semua itu, muncul pertanyaan: bukber ini cuma budaya nongkrong versi Ramadan, atau memang ada nilai ibadahnya?

Dalam Islam, memberi makan orang yang berpuasa bukan hal sepele. Rasulullah bersabda, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi No. 807, hasan sahih). Artinya simpel: traktir teman buka, bantu siapkan makanan, atau sekadar berbagi takjil, itu bukan cuma gesture sosial. Itu investasi pahala.

Secara hukum, buka puasa bersama termasuk urusan sosial atau muamalah. Kaidah fikih menyebutkan hukum asal muamalah adalah boleh sampai ada dalil yang melarang. Jadi bukber pada dasarnya halal dan sah-sah saja. Bahkan bisa jadi amalan yang dianjurkan.

Sejumlah ulama kontemporer juga menegaskan hal itu. Abdul Aziz bin Baz menyebut memberi makan orang berpuasa sebagai amal besar di bulan Ramadan jika diniatkan karena Allah. Muhammad bin Shalih al-Utsaimin juga menilai sedekah dalam bentuk memberi makan orang puasa termasuk yang paling utama. Sementara Yusuf al-Qaradawi memandang aktivitas sosial seperti buka bersama dapat memperkuat ukhuwah, selama tidak berlebihan dan tidak menggeser tujuan utama Ramadan.

Masalahnya bukan di bukbernya, tapi di mindset-nya. Ketika buka bersama berubah jadi ajang flexing outfit, lomba update story, atau malah bikin lalai salat Magrib karena keasyikan foto dulu, di situ esensinya mulai geser. Al-Qur’an sudah mengingatkan, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31). Ramadan bukan tentang seberapa fancy tempat makannya, tapi seberapa jaga hati dan ibadahnya.

Buat Gen Z yang hidup di era serba online, mungkin yang perlu di-upgrade bukan cuma kamera HP, tapi juga niat. Bukber bisa jadi ladang pahala kalau tujuannya silaturahmi dan berbagi. Tapi kalau cuma FOMO dan biar gak ketinggalan tren, ya yang didapat mungkin cuma kenyang dan feed yang estetik.

Ramadan datang cuma sebulan. Bukber boleh jalan, nongkrong boleh lanjut, tapi jangan sampai vibe spiritualnya kalah sama vibe konten.

Editor : Ismail

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network