Menurut Anton, pengalaman menginap seharusnya bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal bagaimana tamu merasa diperhatikan. Karena itu, seluruh tim, mulai dari front office hingga housekeeping, dilibatkan untuk menciptakan suasana yang intim dan penuh makna.
Sentuhan tulisan tangan di tengah era serba digital justru jadi poin emosional tersendiri. Detail kecil, tapi efeknya besar. Valentine pun terasa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen yang benar-benar personal.
Di tengah persaingan industri hospitality yang makin dinamis, pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pengalaman terbaik sering lahir dari hal-hal sederhana—yang dibuat dengan niat dan ketulusan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
