Dia menjelaskan, sejak diluncurkan, lebih dari 2,5 juta orang telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk peningkatan pengalaman dan mencatatkan lebih dari 124.000 nomor yang digunakan untuk aksi penipuan.
Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, sistem perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi.
"Manfaat perlindungan ini dirasakan secara signifikan, terutama segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang lebih tinggi. Lebih jauh lagi, fitur ini membantu mencegah potensi kerugian finansial sebesar US$ 500 juta. Hasilnya, lebih dari 95 persen pelanggan merasa lebih terlindungi oleh fitur ini," jelanya.
Vikram mengungkapkan, untuk penguatan fitur ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan.
"Kami melihat bahwa ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla. Kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif.Teknologi AI di jarinhan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Vikram menuturkan, sebagai mitra strategis Indosat, Tanla turut berperan dalam mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
