Menjelang Ramadhan 2026: Mari Siapkan Diri dengan Rutin Berpuasa Sunnah

Vitrianda Hilba Siregar
Ibadah puasa sejatinya tidak hanya terbatas pada bulan suci Ramadhan saja, sepert bulan Ramadhan 2026 yang sebentar lagi tiba. (Foto:Freepik)

MEDAN, iNewsMedan.id - Ibadah puasa sejatinya tidak hanya terbatas pada bulan suci Ramadhan saja, sepert bulan Ramadhan 2026 yang sebentar lagi tiba. Di luar bulan wajib tersebut, terdapat deretan puasa sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Salah satu yang paling istimewa adalah puasa sunah tiga hari di setiap bulan Hijriah.

Puasa ini dikenal dengan sebutan Ayyamul Bidh, yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah—tepat saat bulan sedang terang-terangnya.
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam) mewasiatkan kepadaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari: 1178).

Selain itu, sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah hari-hari terbaik untuk beramal. Adapun keutamaan beramal pada sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut:

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

“’Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)’. Para sahabat bertanya: ‘Tidak pula jihad di jalan Allah?’ Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam menjawab, ‘Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satu pun’.” (HR Abu Daud: 2438).

Yang paling utama adalah puasa Arafah (9 Dzulhijjah), yang menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim: 1162).

Banyak peluang pahala yang Allah sediakan melalui puasa sunnah. Mari manfaatkan hari-hari utama ini untuk mendekatkan diri kepada Allah semampu kita.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network