JAKARTA, iNewsMedan.id – Penerapan prinsip halal mulai mendapat perhatian serius di sektor logistik, seiring meningkatnya tuntutan kepercayaan publik dan penyesuaian terhadap regulasi nasional. Isu ini mengemuka dalam rangkaian Marketing & Halal Summit 2026 yang digelar The Iconomics Media bersama Axia Research di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Dalam forum tersebut, JNE menjadi salah satu perusahaan jasa pengiriman yang disorot setelah meraih tiga penghargaan dalam ajang 5th Anniversary Indonesia Best Halal Awards 2026 dan 20 Best Companies Awards. JNE menerima Indonesia Best Halal Awards 2026 serta Indonesia 20 Best Companies Awards untuk kategori Courier Service. Selain itu, Eri Palgunadi, Marketing Group Head JNE, memperoleh 20 Best CMO Awards 2026.
Penghargaan tersebut didasarkan pada hasil survei yang menilai sejumlah indikator, mulai dari brand awareness, citra merek, persepsi layanan pelanggan, kontribusi sosial, hingga eksposur media. Penilaian juga mempertimbangkan kinerja bisnis perusahaan sepanjang 2025 serta potensi pertumbuhan pada 2026.
Isu penerapan prinsip halal di sektor logistik turut dibahas dalam seminar bertajuk “Humanizing Halal Brand: Storytelling, Purpose, dan Trust”. Dalam sesi ini, Samsul Jamaludin, Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head JNE, memaparkan langkah perusahaan dalam menyesuaikan tata kelola dan proses layanan agar selaras dengan prinsip halal serta regulasi yang berlaku.
Selain aspek halal, forum juga menyoroti perubahan pendekatan pemasaran di industri logistik. Strategi yang menitikberatkan pada kepercayaan, komunikasi yang lebih humanis, serta keterlibatan sosial dinilai semakin menentukan daya saing perusahaan jasa pengiriman.
Eri Palgunadi menyatakan bahwa pendekatan pemasaran di JNE kini diarahkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk industri kreatif dan UMKM. Menurutnya, strategi pemasaran tidak lagi semata berorientasi pada layanan pengiriman, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim JNE,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, JNE juga menyampaikan komitmen untuk terus menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, edukasi, dan promosi berbasis digital guna memperluas jangkauan pasar pelaku usaha kecil.
Dengan menguatnya isu halal, tata kelola, dan kepercayaan konsumen, industri logistik dinilai tengah memasuki fase baru—dituntut tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga kredibel serta selaras dengan nilai yang berkembang di masyarakat.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
