Program ini juga memiliki misi khusus untuk memuliakan Al-Qur'an yang lama. Tim mengumpulkan mushaf yang rusak akibat banjir untuk kemudian dikuburkan sesuai syariat.
Penyaluran ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang berlangsung sejak 4 Januari 2026. Selain Aceh Tamiang, ribuan mushaf telah didistribusikan ke Kabupaten Aceh Timur. Pada 8 Januari, sebanyak 130 mushaf dibagikan di Desa Batu Sumbang, disusul penyerahan 2.500 mushaf melalui Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pada 14 Januari.
"Selama kami (AQL Peduli) membuka posko di Aceh ini, sudah hampir 3.000 mushaf Al Quran wakaf dibagikan baik untuk masjid, pemerintah daerah dan langsung kepada warga korban banjir agar saudara kita bisa mengaji kembali menyambut bulan Ramadhan tahun ini," demikian Nurul Haqqi.
Vinasari (42), cucu pemilik Yayasan Madrasah Nurul Amien, mengungkapkan bahwa aktivitas madrasah mulai aktif meski belum pulih total. Infrastruktur sekolah dan musala masih memerlukan rehabilitasi besar.
"Isi mushola kami pun habis semua. Kami berterima kasih kepada relawan AQL atas bantuan Al-Quran dan perlengkapan sholat yang memang sangat kami butuhkan, apalagi menjelang bulan Ramadhan banyak jamaah di mushola ini," ujar Vina.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
