Tak lama berselang, VAR memberikan hadiah penalti kepada Maroko setelah El Hadji Malick Diouf dianggap menarik Brahim Díaz. Keputusan ini memicu protes keras dari ofisial Senegal yang menyebabkan laga tertunda selama 15 menit. Namun, Brahim Díaz yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya setelah tendangan chip miliknya jatuh tepat di pelukan kiper Édouard Mendy.
Memasuki babak tambahan waktu, Senegal melancarkan serangan balik cepat. Pape Gueye berhasil melewati kawalan Achraf Hakimi sebelum melepaskan tembakan kaki kiri keras ke pojok atas gawang Maroko.
Meski Maroko terus menggempur pertahanan Senegal dan sempat mengenai mistar gawang melalui sundulan Nayef Aguerd, skor 1-0 tetap bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini mencatatkan sejarah bagi Senegal sebagai tim pertama sejak 1982 yang mampu mengalahkan tuan rumah di partai final Piala Afrika.
Editor : Jafar Sembiring
