ACEH TAMIANG, iNewsMedan.id - Relawan Kemanusiaan Nusantara (Rawantara) menyelenggarakan Festival Anak Soleh di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, untuk memperingati Isra Mikraj 1447 H. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu (17/01/2026) ini ditujukan khusus bagi anak-anak penyintas banjir yang belajar di Sekolah Rakyat binaan relawan.
Perwakilan Rawantara, Sobran Hakim, menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya untuk memberikan motivasi sekaligus mempererat silaturahmi antara relawan dan warga setempat.
"Sekolah Rakyat ini kami dirikan semata-mata demi mencerdaskan anak-anak di Desa Sekumur. Kebersamaan ini menjadi momen tak terlupakan bagi kami," ujar Sobran pada Sabtu (17/1/2026).
Dukungan juga datang dari pendiri Pandawa Kayak, Adi Pandawa, S.T. Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk terus mengejar cita-cita meskipun berada dalam keterbatasan pascabencana.
Dalam festival ini, panitia menyelenggarakan empat kategori perlombaan utama. Pada kategori azan, Yusuf berhasil meraih juara pertama dengan nilai 499, disusul Firqon dengan nilai 498, dan Sanusi sebagai juara keempat dengan nilai 493. Untuk kategori tilawah, juara pertama diraih oleh Bila (499), juara kedua oleh Yani (484), dan juara ketiga oleh Saumi (482).
Sementara itu, pada kategori salawat grup, Kelompok Salsabila memimpin dengan nilai 513, diikuti Ashabul Jannah dengan nilai 503, dan Al-Karabi dengan nilai 500. Untuk lomba hafalan surat pendek putra, juara pertama diraih oleh Insan (469), juara kedua Fadil (462), dan juara ketiga Raihan (268). Pada kategori putri, Tazkya meraih juara pertama dengan nilai 495, diikuti Zahra (482) di posisi kedua, dan Azwa (480) di posisi ketiga.
Rangkaian acara ditutup dengan ceramah agama oleh Ustaz Rojali sebelum prosesi pembagian hadiah. Dalam tausiahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Isra Mikraj untuk memperkuat ibadah, terutama salat lima waktu dan membaca Al-Qur'an, sebagai ikhtiar agar Desa Sekumur segera pulih dari dampak banjir.
Tazkya, salah satu siswi Sekolah Rakyat yang meraih juara pertama lomba surat pendek putri, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran para relawan di desa mereka.
"Kami sangat senang bisa belajar dan bermain bersama kakak-kakak relawan. Semoga kegiatan seperti ini sering dilaksanakan agar kami makin semangat belajar," ungkap Tazkya.
Selain perlombaan, peringatan Isra Mikraj ini juga diwarnai dengan selawat bersama antara relawan dan warga, serta pembacaan puisi berjudul "Anak-Anak yang Selamat tetapi Kehilangan" karya Agum Aditya yang dibawakan oleh anak-anak penyintas.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
