Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya menyatakan pemerintah pusat telah mengucurkan bantuan total Rp78,5 miliar untuk pemulihan pertanian di tiga provinsi: Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan ini mencakup pupuk, benih, alat mesin pertanian (alsintan), hingga kebutuhan pokok.
Uniknya, Mentan memerintahkan agar rehabilitasi ini dilakukan dengan skema padat karya. Artinya, para petani yang sawahnya terdampak akan dilibatkan langsung dalam pengerjaan fisik rehabilitasi dan mendapatkan upah dari pemerintah pusat.
"Kami ingin masyarakat punya lapangan kerja di tengah masa sulit ini. Saudara kita yang punya sawah yang bekerja, upahnya dibayar pusat," ujar Mentan Amran seraya menginstruksikan timnya untuk tetap siaga di lokasi hingga pemulihan tuntas.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto turut memberikan apresiasi atas gerak cepat ini. Menurutnya, pemulihan sektor pertanian di Sumatera sangat signifikan terhadap stabilitas daerah dan nasional.
"Kita harapkan pemulihan ini berjalan cepat agar membawa keberkahan bagi masyarakat," tuturnya.
Proses rehabilitasi ini akan mencakup perbaikan jalan usaha tani, normalisasi saluran irigasi, serta pendistribusian traktor roda empat dan rotavator untuk mempercepat olah lahan pasca-bencana. Pemerintah berharap semangat gotong royong masyarakat dapat menjaga hasil pembangunan infrastruktur pertanian ini secara berkelanjutan.
Editor : Chris
Artikel Terkait
