Ia juga menambahkan, perusahaan merasa memiliki tanggung jawab moral karena beroperasi di Langkat. Menurutnya, kehadiran perusahaan tidak hanya saat kondisi normal melalui program CSR, tetapi juga ketika masyarakat berada dalam situasi darurat seperti sekarang.
“Dalam keadaan normal, bantuan biasanya kami salurkan lewat program CSR—mulai dari perbaikan fasilitas umum hingga dukungan kegiatan masyarakat. Namun kali ini situasinya darurat, sehingga kami fokus pada kebutuhan paling mendesak,” kata Mulyadi.
Banjir besar yang melanda Langkat dipicu hujan intensitas tinggi beberapa hari terakhir. BMKG menyebut fenomena ini berkaitan dengan munculnya bibit siklon tropis 95B di Selat Malaka yang turut memengaruhi cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
