Tokoh Muda Taput Protes Pembangunan Jamban Gunakan Dana Pemuliahan Ekonomi Nasional

Jafar
Roni Prima Panggabean. (Foto: Istimewa)

TAPUT, iNewsMedan.id - Tokoh Muda Tapanuli Utara, Roni Prima Panggabean, memprotes pembangunan jamban menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tapanuli Utara (Taput). Mengingat, dana tersebut diperoleh dengan cara utang, namun tak dipergunakan sebagaimana mestinya.

Hal itu disampaikan Roni Prima Panggabean saat menjawab pertanyaan wartawan soal dana PEN, di Taput, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (31/3/2024).

Roni Prima Panggabean mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan pembangunan jamban atau WC menggunakan dana PEN itu berada di salah satu sekolah yang berada di Desa Tapian Nauli, Taput.

"Fakta pertama, bahwa dana PEN adalah dana Pemulihan Ekonomi Nasional yang diperoleh dengan cara berhutan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dalam hal ini, bahwa dana PEN seharusnya digunakan untuk sektor-sektor yang terdampak akibat pandemi covid demi pemulihan dan peningkatan Ekonomi," jelas Roni Prima Panggabean.

Pegiat antikorupsi ini juga menjelaskan bahwa dana PEN itu seharusnya dipergunakan untuk pemulihan eknomi sektor pariwisata, pertanian, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor produktif lainnya.

"Kemudian, bagaimana bisa pemerintah daerah mengatasi atau memulihkan ekonomi terdampak covid dengan membangun Jamban/WC di sekolah yang sudah ada juga jambannya. Apa korelasinya. Ini kan aneh," sambung Roni Prima Panggabean.

Roni Prima Panggabean juga menyebut pembanguanan WC dengan cara utang oleh penanggungjawab anggaran yakni, Dinas Pendidikan Kabupaten Taput. Hal itu tertulis dalam papan proyek di sekolah yang sudah ada jambannya.

"Artinya, apakah dengan membangun jamban di Sekolah Dasar ekonomi masyarakat yang terpuruk bisa teratasi ? Lagi pula, kenapa harus membangun WC atau jamban, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Harus berhutang? Sementara para petani masih menjerit dengan kenaikan harga pupuk yang tidak dapat teratasi," ujar Roni Prima Panggabean.

Atas hal itu, lanjut Roni Prima Panggabean, dirinya meminta secara tegas kepada Pemerintah Kabupaten Taput untuk transparan dalam penggunaan dana PEN.

"Sehingga, dana PEN yang diperoleh dengan cara berhutang itu tepat sasaran untuk sektor produktif. Karena, jika membangun yang ada di lingkungan sekolah, itu tugasnya sekolah dan sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," ungkap Roni Prima Panggabean.

Roni Prima Panggabean berharap aparat berwenang dapat mengusut tuntas kebobrokan-kebobrokan terkait penggunaan dana PEN di Taput.

"Sampai hari ini, saya sangat yakin dan percaya kepada aparat penegak hukum bisa tegak lurus dalam menangani persoalan ini. Maka, biarlah instansi yang berwenang baik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau kepolisian tersebut yang bekerja," ungkap Roni Prima Panggabean.

Lebih lanjut, Roni Prima Panggabean menjelaskan tak pernah ada korelasi atau hubungan dari membangun jamban bisa memulihkan ekonomi rakyat.

"Selama saya bersekolah, bekerja, atau bertemu dengan ahli keuangan di Indonesia ini, saya belum pernah menemukan bahwa membangun WC atau jamban di sekolah adalah cara untuk pemulihan ekonomi," pungkas Roni Prima Panggabean.

Editor : Odi Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network