Ayam Kinantan Mengamuk! PSMS Bungkam Persiraja 5-0 Tanpa Ampun
DELI SERDANG, iNewsMedan.id - PSMS Medan menang telak 5-0 atas Persiraja Banda Aceh pada lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (7/11/2026).
Javier Siverio menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Laskar Rencong. Penyerang asal Spanyol tersebut mencetak empat gol sekaligus (quattrick), sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh Raihan Utama.
Kekalahan ini sekaligus menjadi hasil paling mencolok yang dialami Persiraja sepanjang musim ini. Kemenangan tersebut semakin istimewa karena Ayam Kinantan —julukan PSMS Medan— berhasil memperpanjang catatan sempurna di kandang.
Di bawah asuhan Eko Purdjianto, PSMS kini mencatatkan empat kemenangan kandang secara beruntun, sekaligus memperlihatkan betapa sulitnya lawan membawa pulang poin dari markas mereka.
Kendati meraih kemenangan dengan skor mencolok, pertandingan sejatinya tidak langsung berjalan mudah bagi tuan rumah. Persiraja sempat memberikan perlawanan sengit dan membuat PSMS kesulitan mengembangkan permainan, terutama dalam 20 menit pertama.
Namun, kesabaran akhirnya menjadi pembeda. PSMS perlahan mulai menemukan celah di lini belakang Persiraja. Javier Siverio membuka pesta gol tuan rumah pada menit ke-34. Hanya berselang satu menit, situasi pertandingan berubah drastis setelah Rangga Bolang menerima kartu merah pada menit ke-35, memaksa Persiraja melanjutkan laga dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan PSMS untuk meningkatkan intensitas tekanan. Siverio kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-44 untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Belum sempat Persiraja mengatur kembali lini pertahanannya, Raihan Utama mencetak gol ketiga PSMS pada menit ke-45. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan telak 3-0 bagi Ayam Kinantan.
Memasuki babak kedua, PSMS tidak mengendurkan serangan. Eko Purdjianto meminta anak asuhnya untuk tetap menjaga intensitas permainan dan terus mencari peluang menambah pundi-pundi gol.
Kendati lebih banyak tertekan akibat kalah jumlah pemain, Persiraja tetap menunjukkan perlawanan gigih. Tim tamu beberapa kali mampu membangun serangan berbahaya yang memaksa barisan pertahanan PSMS bekerja ekstra keras.
Menjaga gawang tetap nirbobol menjadi catatan penting bagi tuan rumah. PSMS tidak ingin kehilangan konsentrasi hingga peluit panjang dibunyikan.
Di tengah dominasi tersebut, Siverio kembali memperlihatkan ketajamannya. Striker yang kini mencatatkan 15 gol bersama PSMS itu mencetak gol ketiga pribadinya pada menit ke-73.
Hanya berselang lima menit, tepatnya pada menit ke-78, Siverio kembali membobol gawang Persiraja. Gol tersebut sekaligus memastikan pencapaian quattrick dan melengkapi kemenangan fantastis PSMS menjadi 5-0.
Seusai pertandingan, pelatih Eko Purdjianto mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang mampu menjaga konsistensi dari menit awal hingga laga tuntas.
"Kami mengapresiasi perjuangan pemain sampai peluit panjang dibunyikan wasit. Semua pemain fokus dari awal sampai akhir. Alhamdulillah, tidak kemasukan. Terima kasih untuk semua pemain yang perjuangannya sangat luar biasa malam ini," kata Eko.
Mantan pelatih PSIS Semarang itu mengakui timnya sempat mengalami kesulitan pada awal laga saat membongkar pertahanan Persiraja yang menerapkan strategi bertahan dengan blok rendah (low block). Menurutnya, para pemain sempat terlalu terburu-buru ingin mencetak gol sehingga sejumlah peluang gagal dimaksimalkan.
"Tadi memang kita beberapa kali tidak bisa menciptakan peluang. Pemain kurang sabar, tapi lawan main low block. Dengan kesabaran pemain memainkan bola, alhamdulillah kita bisa memenangkan pertandingan," ujarnya.
Eko juga menilai kemenangan tanpa kebobolan ini menjadi modal krusial bagi PSMS untuk menjaga konsistensi dalam perburuan gelar musim ini.
Sementara itu, Javier Siverio tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya usai mencetak empat gol dalam laga sarat gengsi tersebut. Penyerang asal Spanyol itu mengakui duel awalnya berjalan lebih alot dari perkiraan, sebelum akhirnya kartu merah mengubah kendali permainan di tangan PSMS.
"Pertandingan dimulai sedikit lebih sulit dari yang kami perkirakan. Namun, kami bertarung dan bertahan. Mereka mulai sedikit lebih agresif, lalu kami juga tampil menyerang dan mencetak gol. Mereka kemudian mendapatkan kartu merah," ungkap Siverio.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian gemilangnya merupakan buah dari kerja kolektif tim, bukan sekadar keberhasilan individu.
"Saya sangat senang bisa mencetak gol, tetapi itu terjadi karena kami semua bermain sangat bagus. Sebagai striker, saya mendapatkan banyak peluang karena teman-teman, pemain sayap, gelandang serang, dan kerja keras semua pemain," tuturnya.
Pada akhirnya, kemenangan 5-0 atas Persiraja bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil ini menjadi pernyataan tegas Ayam Kinantan di hadapan rival abadinya sekaligus mendongkrak kepercayaan diri tim untuk memburu tiket promosi ke Liga 1—sekaligus mengantarkan PSMS sementara memuncaki klasemen Grup A dengan raihan 20 poin.
Editor: Jafar Sembiring