Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Sipirok, Warga Tapsel Diimbau Waspada
TAPANULI SELATAN, iNewsMedan.id - Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dihebohkan dengan penemuan jejak harimau sumatera di kawasan Desa Janji Nauli, Kecamatan Sipirok, Jumat (6/11/2026) pagi.
Sontak, akibat penemuan ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak bepergian sendirian.
Kepala Bidang KSDA Wilayah 3 Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Susilo Ari Wibowo, tak menampik adanya penemuan jejak Panthera tigris sumatrae tersebut.
Dikatakannya, penemuan ini berawal dari laporan pejabat Pemkab Tapanuli Selatan kepada pihaknya pada Kamis (5/11/2026).
"Dari laporan ini, petugas kita langsung terjun ke lokasi. Namun, akibat cuaca buruk, pencarian tidak dapat dilakukan tadi malam. Makanya, tadi pagi baru dilanjutkan pencarian. Hasilnya, petugas menemukan jejak tersebut," ungkapnya melalui saluran telepon, Jumat (6/11/2026) siang.
Susilo meyakini, hingga kini harimau tersebut masih berada di kawasan taman kota yang tak jauh dari areal kompleks perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan.
Akibat banyaknya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut, pihaknya telah merencanakan tindakan pengusiran.
"Sudah kita laporkan penemuannya. Untuk pengusiran sendiri rencananya akan kita lakukan sore ini setelah sepi dari aktivitas masyarakat," ujar Susilo.
Sejak tahun 2025, spesies kucing besar ini tercatat telah tiga kali berkeliaran di areal aktivitas masyarakat.
Dimulai pada 20 Desember 2025 silam, jejak harimau sumatera ditemukan di Kampung Simatohir, Desa Perkebunan, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya di area kolam rumah warga.
Kemudian pada April 2026, kucing besar ini terekam jelas oleh kamera warga dan operator alat berat saat melintas di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru (PT North Sumatera Hydro Energy) di Desa Laut Lombang, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan.
Petugas dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) telah turun tangan untuk melakukan pengecekan jejak dan menyatakan bahwa lokasi tersebut memang merupakan jalur perlintasan alami harimau.
Editor: Jafar Sembiring