Kisah Pelantikan KSAD Bambang Utoyo 1955, Diboikot Perwira hingga Dilantik Diiringi Musik Damkar
Kabinet pengganti di bawah Burhanuddin Harahap akhirnya mengambil langkah kompromi dengan melantik kembali A.H. Nasution sebagai KSAD pada 1 November 1955, sekaligus menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal Mayor.
Untuk meredam faksionalisme dan mengembalikan stabilitas, Nasution memperkenalkan gagasan fundamental yang dikenal sebagai "Konsep Front Lebar" atau "Jalan Tengah". Melalui doktrin ini, TNI menegaskan tidak akan merebut kekuasaan negara, tetapi tetap berhak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik pemerintahan.
"Kita tidak menginginkan dan tidak akan menjiplak situasi di beberapa negara Amerika Latin, di mana tentara bertindak sebagai kekuatan politik langsung. Demikian pula, kita tidak akan meniru model Eropa Barat di mana tentara merupakan alat mati pemerintah, atau contoh dari Eropa Timur," tegas Nasution di hadapan taruna Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang pada Desember 1958.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar