Biayai Anak Panti dari Jual Buah, Pemilik Al-Marhamah Tak Terima Difitnah
MEDAN, iNewsMedan.id - Panti Asuhan Al-Marhamah yang terletak di Jalan Garuda, Kelurahan Seisi Kambing B, Kecamatan Medan Sunggal, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal tersebut terjadi setelah sebuah akun tak bertanggung jawab mengunggah informasi tidak benar hingga meresahkan masyarakat.
Pemilik Panti Asuhan Al-Marhamah, Syahrial, menceritakan bahwa peristiwa ini bermula ketika dua orang—seorang laki-laki dan seorang wanita—datang dan mengaku dari perkumpulan anak muda atau relawan. Kedatangan mereka bertujuan meminta izin untuk mengadakan acara di panti asuhan tersebut pada 18 Oktober 2026 mendatang, mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.
"Pada pertemuan awal, mereka bersilaturahmi dan menyampaikan niatnya untuk berkegiatan di sini. Kami sebagai pengurus selalu terbuka untuk siapa saja," ujar Syahrial saat ditemui pada Kamis (15/10/2026).
Namun, pada Rabu (14/10/2026), kedua orang tersebut kembali berkunjung tanpa diketahui niatannya. Saat itu, Syahrial beserta istrinya sedang tidak berada di panti. Kedatangan mereka disambut oleh pengurus anak-anak yang akrab disapa Bu De. Tanpa sepengetahuan pengurus yang tidak tahu-menahu tersebut, mereka tiba-tiba mengambil foto kamar milik Bu De.
Tak lama kemudian, Syahrial terkejut saat pihak Dinas Sosial mendatangi panti untuk mengecek kondisi di lapangan secara langsung. Berdasarkan informasi dari petugas Dinas Sosial, beredar narasi penggalangan dana (open donasi) liar di media sosial yang menggiring opini bahwa panti tersebut memiliki kamar tidak layak huni serta mengalami kekurangan alat makan, tempat tidur, dan kebutuhan lainnya.
Syahrial menegaskan bahwa foto kondisi kamar tak layak yang diunggah di media sosial sebenarnya merupakan kamar pekerja yang merawat anak-anak, bukan kamar anak-anak panti. Petugas Dinas Sosial yang mengecek langsung ke lokasi pun menemukan bahwa fakta di panti bertolak belakang dengan foto-foto viral tersebut.
Ia merasa sangat keberatan karena sejak panti asuhan tersebut didirikan, pihak pengurus tidak pernah membuka penggalangan dana di media sosial. Seluruh biaya operasional dan perawatan anak-anak ditanggung secara mandiri dari hasil usahanya.
"Saya merawat anak-anak, membesarkan mereka dari hasil saya jualan buah, gorengan, dan lainnya. Sehingga, saya sangat keberatan terkait postingan ini," tegas Syahrial.
Atas kejadian ini, pihak Panti Asuhan Al-Marhamah meminta pemilik akun tersebut untuk segera menyampaikan permohonan maaf dan menghapus unggahan guna mencegah dampak negatif yang berlarut-larut.
"Sekali lagi saya tegaskan kepada pemilik akun agar meminta maaf dan menghapus postingan. Saya akan menunggu 3×24 jam. Atau ini akan saya ambil langkah tegas untuk melaporkan pelaku atas UU ITE, pencemaran nama baik, dan eksploitasi anak," pungkasnya.
Editor: Jafar Sembiring