Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perdana! 28 Ton Lidi Sawit Asal RI Diekspor ke China
Advertisement . Scroll to see content

Pameran Teknologi Sawit di Medan Siap Pacu Ekonomi, Bidik 100 Juta Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:24 WIB
  • author Odi Siregar
Pameran Teknologi Sawit di Medan Siap Pacu Ekonomi, Bidik 100 Juta Dolar AS
Group CEO Fireworks Trade Media Kenny Yong bersama Ketua Kadin Sumatera Utara Firsal Dida Mutyara menjawab pertanyaan wartawan mengenai pameran Palmex Medan 2026 di Medan, Selasa (6/10/2026). Foto: Odi Siregar/iNewsMedan.id

Firsal mengingatkan bahwa bagi Sumatera Utara, kelapa sawit bukan sekadar komoditas biasa, melainkan bagian dari sejarah panjang tempat perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Indonesia dibuka lebih dari satu abad lalu. Sejak saat itu, sawit menjelma menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional yang menghidupi jutaan keluarga, mulai dari petani swadaya, pekerja kebun, pabrik, sektor logistik, perbankan, hingga UMKM di seluruh wilayah perkebunan.

Kendati memiliki ekosistem yang mapan mulai dari kebutuhan hulu, perusahaan, industri pengolahan, pusat riset, hingga pelabuhan ekspor, sektor kelapa sawit di Sumatera Utara bukannya tanpa tantangan.

Firsal memaparkan data bahwa pada semester pertama 2026, produksi CPO dan PKO nasional menyentuh angka sekitar 30 juta ton, dengan penyerapan domestik mencapai lebih dari 13 juta ton dan ekspor melampaui 16 juta ton. Ke depan, implementasi program B50 diyakini akan menyerap pasokan yang jauh lebih besar.

Namun, tantangan pertumbuhan di tingkat lokal masih menjadi catatan serius. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut memperkirakan pertumbuhan sektor ini hanya berada di kisaran 2 persen pada 2026. Di sisi lain, kendati ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II/2026 tumbuh 5,06 persen, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen, meskipun daerah ini merupakan penyumbang PDRB terbesar di Pulau Sumatera dengan porsi sekitar 23 persen. Ironisnya, tantangan kesejahteraan sosial seperti angka penduduk miskin dan tingkat pengangguran terbuka masih memerlukan perhatian khusus.

Berbagai modal infrastruktur besar seperti KEK Sei Mangkei berbasis industri hilir, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Belawan, hingga Jalan Tol Trans-Sumatera dinilai belum sepenuhnya terdistribusi secara merata untuk mendongkrak kesejahteraan hingga ke pelosok kabupaten dan kota, sebab hilirisasi belum sepenuhnya menyentuh daerah pedesaan penghasil sawit.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut