Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan untuk Dikasihani, Kisah 6 Anak Disabilitas Ini Bikin Cara Pandang Kita Berubah
Advertisement . Scroll to see content

Kelompok Wanita Tani di Langkat Manfaatkan Limbah Jagung Jadi Kerajinan Eco-Craft

Selasa, 22 September 2026 | 22:05 WIB
  • author Isnaini Kharisma
Kelompok Wanita Tani di Langkat Manfaatkan Limbah Jagung Jadi Kerajinan Eco-Craft
Kelompok wanita tani di Langkat memanfaatkan limbah kulit dan tongkol jagung menjadi kerajinan eco-craft untuk membuka peluang usaha. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Plamboyan di Dusun III, Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, mulai memanfaatkan limbah jagung sebagai bahan kerajinan eco-craft.

Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Selasa, 22 September 2026.

Ketua PKM, Dian Retno Intan mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat memanfaatkan limbah pertanian yang dihasilkan dari aktivitas usaha tani.

"Jagung sebagai salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat untuk menghasilkan berbagai limbah, seperti kulit dan tongkol jagung," katanya didampingi anggota tim Rini Susanti dan Nana Trisna Mei Br. Kabeakan

Menurut Dian, limbah tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dibiarkan, ditumpuk, atau dibakar.

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, anggota KWT Plamboyan diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan limbah jagung sebagai bahan baku kerajinan eco-craft.

"Kegiatan tidak hanya berfokus pada proses pembuatan produk, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada anggota kelompok agar dapat mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar," ujarnya.

Ketua KWT Plamboyan, Latifah, mengatakan kelompok tersebut menjadi wadah bagi wanita tani yang terlibat dalam kegiatan usaha tani jagung.

Menurutnya, melalui kelompok, anggota dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan untuk mendukung kegiatan pertanian maupun usaha yang dilakukan bersama.

"Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong anggota KWT Plamboyan untuk melihat limbah jagung tidak hanya sebagai sisa hasil pertanian, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai jual," jelasnya.

Dian menambahkan, pemanfaatan limbah jagung tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi limbah pertanian sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang dapat menunjang kemandirian ekonomi wanita tani.

"Kegiatan PKM ini juga menjadi bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan perguruan tinggi secara langsung kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan kelompok masyarakat, kegiatan diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi mitra serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih kreatif dan produktif," pungkasnya.

Kegiatan pelatihan turut dihadiri Tuti Shufiyah sebagai narasumber serta sejumlah dosen dan mahasiswa UMSU yang mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut