Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Cuma Sumut, Warga di Wilayah Ini Juga Kecipratan Bantuan Kurban!
Advertisement . Scroll to see content

Ketika Bantuan Bencana Angin Puting Beliung di Medan Menambah Beban Dua Orang Penyintas Lansia

Selasa, 22 September 2026 | 23:34 WIB
  • author Junaidin Zai
Ketika Bantuan Bencana Angin Puting Beliung di Medan Menambah Beban Dua Orang Penyintas Lansia
Masrul Sihombing (70), penyintas bencana angin puting beliung, ketika diwawancarai pada Senin (21/9/2026). (Foto: Junaidin Zai/iNewsMedan.id)

MEDAN, iNewsMedan.id — Pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 WIB, angin puting beliung menerjang permukiman warga di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

Saat itu, angin kencang menerbangkan atap dan dinding rumah warga. Seng, kayu, serta berbagai material bangunan beterbangan. Hujan deras juga mengguyur kawasan tersebut.

Pada Senin (21/9/2026), atau lebih dari sebulan setelah bencana, sebagian korban masih menghadapi persoalan pemulihan.

Masrul Sihombing (70), misalnya, terpaksa mengeluarkan uang sendiri untuk membeli seng sehari setelah rumahnya rusak. Bantuan yang kemudian diterimanya berupa 15 lembar seng dan 10 batang kayu.

Sementara itu, Sumarni (66) menghadapi persoalan berbeda. Rumahnya memang sedang dibangun kembali, tetapi ia mengaku masih harus mencari uang tambahan untuk menutup kekurangan biaya upah tukang.

Inilah Kisah Dua Orang Lansia Itu

Masrul masih mengingat kejadian pada malam itu. Rumahnya yang sebagian besar terbuat dari seng rusak setelah diterjang angin. Ia dan cucu laki-lakinya hanya bisa menyaksikan bagian rumah mereka terbuka.

Keesokan harinya, hujan kembali turun. Atap rumah Masrul sudah berlubang, sedangkan sebagian dindingnya terbuka. Karena tidak mungkin tinggal dalam kondisi tersebut, ia membeli satu kodi atau 20 lembar seng dengan uang sendiri.

“Atap sudah bolong, ini (dinding) sudah terbuka. Tidak mungkin kami tidur dalam keadaan basah,” kata Masrul saat ditemui pada Selasa (22/9/2026).

Beberapa hari setelah kejadian, petugas mulai mendata kerusakan rumah warga. Masrul mengatakan, rumahnya dinilai hanya mengalami kerusakan sekitar 5 persen.

Ia kemudian menerima 15 lembar seng dan 10 batang kayu. Bantuan tersebut datang setelah ia lebih dulu mengeluarkan uang untuk membuat rumahnya kembali dapat ditempati.

“Hanya itu saja,” ujarnya.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut