Perangi Stunting, 5.400 Butir Telur Disalurkan untuk Anak di Asahan
ASAHAN, iNewsMedan.id – Sebanyak 1.800 butir telur kembali dibagikan kepada 30 anak di Kabupaten Asahan. Bantuan itu menjadi penyaluran tahap ketiga dalam program pemenuhan protein yang berlangsung selama enam bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.
Penyaluran dilakukan di lokasi yang telah ditentukan pada Jumat, 11 September 2026. Jika dihitung sejak program dimulai pada Juni 2026, jumlah telur yang telah disalurkan mencapai 5.400 butir. Setiap anak menerima 60 butir telur setiap bulan hingga November mendatang.
Telur dipilih sebagai sumber protein yang relatif mudah diolah dan dikonsumsi keluarga. Dalam program tersebut, bantuan diberikan secara rutin, bukan sekaligus, agar tambahan asupan protein dapat diterima anak sepanjang masa pertumbuhan.
Branch Manager Cabang Medan, Robert Hary Andika, mengatakan pola penyaluran berkala menjadi bagian penting dari program tersebut.
“Penyaluran tahap ketiga ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung kebutuhan gizi anak-anak penerima manfaat. Kami berharap bantuan yang diberikan secara rutin dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sekaligus mendukung upaya bersama dalam mencegah stunting,” kata Robert, Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan penyaluran tersebut dipusatkan di Alfamidi Diponegoro Kisaran, Jalan Diponegoro, Kisaran Baru, Kecamatan Kisaran Barat.
Program ini menyasar 30 anak dan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, di mana dua tahap sebelumnya masing-masing juga telah menyalurkan 1.800 butir telur.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan, Dr. Hj. Emi Juniarita Br. Barus, M.K.M., menilai bantuan protein tersebut dapat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemenuhan gizi anak.
“Kami mengapresiasi pihak penyelenggara yang secara konsisten melanjutkan program pemberian bantuan protein bagi anak-anak penerima manfaat. Bantuan seperti ini sangat berarti dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus berjalan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar angka ribuan butir telur yang tercatat dalam program. Putri, salah seorang orang tua penerima manfaat, mengatakan telur yang diterima sangat membantu memenuhi kebutuhan protein anak di rumah.
“Alhamdulillah, kami kembali menerima bantuan telur. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan protein anak. Terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan secara rutin. Semoga program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi anak-anak penerima manfaat,” tuturnya.
Penyaluran masih akan berlanjut hingga November 2026. Dengan demikian, masih ada tiga tahap pembagian lagi yang akan melengkapi rangkaian program enam bulan tersebut.
Editor: Ismail