Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Asap Selimuti 14 Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Pelayaran di Nias, BMKG Ingatkan Risiko bagi Kapal Feri

Minggu, 13 September 2026 | 20:07 WIB
  • author Junaidin Zai
Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Pelayaran di Nias, BMKG Ingatkan Risiko bagi Kapal Feri
Pantai Pulau Asu, Nias Barat. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Gelombang laut setinggi hingga 4 meter diperkirakan menerjang sejumlah perairan di sekitar Kepulauan Nias, Sumatera Utara, dalam dua hari ke depan. Kondisi ini berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, dan Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias.

Peringatan dini tersebut berlaku mulai Minggu (13/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (15/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Rizki Fadhillah Pratama Putra mengatakan kondisi gelombang tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.

"Tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter tersebut berpeluang terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu dan Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias," ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/9/2026).

BMKG mencatat tingkat risiko berbeda berdasarkan jenis kapal. Perahu nelayan berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang, risiko muncul ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Sementara kapal feri berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Ancaman gelombang tinggi tidak hanya terjadi di sekitar Kepulauan Nias. Kata Rizki, BMKG juga memperkirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Barat Sumatera Utara.

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran. Kapal tongkang, misalnya, berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Rizki mengatakan potensi gelombang tinggi dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dan selatan.

Di wilayah Indonesia bagian utara, angin bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-20 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan pelaku pelayaran untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut selama periode peringatan dini.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut