Dari Festival ke Transaksi, Peserta PKN II Gali Strategi Ekonomi Kreatif Denpasar
DENPASAR , iNewsMedan.id— Persoalan pelaku usaha kreatif tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang. Akses pasar, legalitas, standardisasi hingga kesinambungan penjualan menjadi sejumlah persoalan yang disoroti peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 26 Tahun 2026 saat melakukan visitasi ke Pemerintah Kota Denpasar, Bali.
Visitasi pada Rabu, 9 September 2026 itu menjadi bagian dari penyusunan telaah kebijakan dengan fokus kolaborasi lintas sektor dalam pemasaran dan komersialisasi produk kreatif.
Peserta menggali praktik yang diterapkan Pemkot Denpasar dalam menghubungkan sektor ekonomi kreatif dengan pariwisata, termasuk bagaimana produk usaha lokal dikurasi, dipasarkan dan didorong agar memiliki daya saing.
Dalam pertemuan di Balai Kota Denpasar, peserta mendapat pemaparan mengenai perkembangan ekonomi daerah. Denpasar mencatat pertumbuhan ekonomi 6,11 persen pada 2025 dengan indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 85,63, tertinggi di Bali.
Pembahasan kemudian diarahkan pada praktik pengembangan ekonomi kreatif di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Fasilitas tersebut menjadi salah satu ruang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan menampung jejaring 1.843 unit usaha kreatif serta komunitas lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti menjadi narasumber dalam sesi pendalaman.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah bagaimana promosi pariwisata dan berbagai kegiatan daerah tidak berhenti menghasilkan eksposur, tetapi bisa mendorong transaksi bagi pelaku usaha.
Pembahasan mencakup produksi, jaminan mutu, legalitas usaha, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), kemasan hingga akses ke pasar yang lebih luas.
Dari hasil observasi tersebut, peserta PKN menyusun sejumlah rekomendasi kebijakan. Di antaranya pengembangan katalog suvenir resmi yang berisi produk lokal terkurasi, penguatan sistem jaminan mutu di Rumah Belanja DNA serta pendampingan UMKM secara bertahap dari legalitas usaha hingga kesiapan memasuki pasar ekspor.
Peserta juga mengusulkan integrasi data produk kreatif melalui satu basis data lintas organisasi perangkat daerah. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah, jenis, kapasitas dan kebutuhan pelaku usaha.
Rekomendasi lainnya adalah mengubah pola promosi festival menjadi peluang transaksi berkelanjutan melalui skema festival to market. Dengan demikian, peningkatan permintaan selama event pariwisata tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi dapat berkembang menjadi pesanan berulang dan kerja sama bisnis.
Peserta turut menyoroti pentingnya mitigasi bagi UMKM ketika terjadi krisis, termasuk penyediaan kanal penjualan alternatif. Penguatan ekonomi kreatif yang inklusif juga masuk dalam rekomendasi, salah satunya melalui perluasan keterlibatan penyandang disabilitas dalam produksi konten digital kreatif.
Ketua Tim VKN Denpasar, Dr. Dikky Anugerah, mengatakan hasil visitasi tersebut dituangkan dalam naskah telaah yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Denpasar.
Menurut Dikky, rekomendasi yang disusun tidak hanya melihat keberhasilan yang telah berjalan, tetapi juga mengidentifikasi ruang yang masih dapat diperkuat dalam perlindungan pelaku usaha dan perluasan pasar produk kreatif.
"Naskah telaah tersebut diserahkan resmi kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai sumbangsih pemikiran strategis agar praktik baik kepemimpinan adaptif dapat terus melembaga, melindungi pelaku usaha lokal, serta mendorong produk kreatif daerah berdaya saing di kancah global," kata Dikky, Jumat, 11 September 2026.
Dikky yang juga Kepala Bapperida Sumatera Utara menilai pembelajaran dari Denpasar dapat menjadi bahan bagi peserta untuk melihat bagaimana pemerintah daerah membangun hubungan antara kebijakan, pariwisata dan sektor ekonomi kreatif
Hasil visitasi selanjutnya menjadi bagian dari dokumen advokasi kebijakan peserta PKN II Angkatan 26 Pusdikmin Polri dengan tema "Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Ekonomi Kreatif untuk Memperkuat Ketahanan Nasional".
Editor: Ismail