Pencipta Selimut Putih Diganjar Gelar Maestro: Warisan 1.000 Lagu Ahmad Baqi yang Melampaui Zaman
MEDAN, iNewsMedan.id - Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Sumatera Utara resmi menganugerahkan penghargaan kepada almarhum Prof. (HC) Ahmad Baqi sebagai Maestro Pencipta Lagu dan Qasidah Melayu. Penganugerahan ini diserahkan langsung oleh Ketua PW ISMI Sumut kepada ahli waris, Ahmad Syauqi, serta disaksikan oleh anak sulung almarhum, Syamsul Baqi, dalam acara Syiar Bersyair di Raz Plaza Convention, Selasa (1/9/2026) malam.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali ingatan publik terhadap kontribusi besar sang maestro yang telah melahirkan lebih dari 1.000 karya musik dan lirik sepanjang hidupnya.
Ketua PW ISMI Sumut sekaligus Guru Besar UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag., menegaskan bahwa karya-karya Ahmad Baqi termasuk lagu ikonik 'Selimut Putih' telah melampaui batas geografis hingga dikenal luas di seluruh Nusantara dan kawasan Melayu.
"Generasi sekarang perlu mengetahui bahwa Sumatera Utara pernah melahirkan seorang komponis yang pengaruhnya melampaui batas wilayah. Ahmad Baqi menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jembatan antara Islam, Melayu, dan dunia global," ujar Prof. Nispul.
Kepopuleran karya Ahmad Baqi terbukti tak lekang oleh waktu. Belakangan ini, lagunya yang berjudul 'Fatwa/Petuah Orang Tua' kembali viral dan mendapat tempat hangat di kalangan generasi muda melalui berbagai platform digital.
Latar belakang keagamaan Ahmad Baqi di Maktab Islamiyah Tapanuli (MIT) serta keakrabannya dengan tradisi qiraah Al-Qur'an membentuk karakter kuat dalam setiap ciptaannya. Bersama Orkes El-Surayya, ia secara otodidak memadukan pengaruh musik Mesir seperti karya Mohammad Abdel Wahab dan Umm Kulthum dengan cengkok serta grenek khas Melayu.
Penghargaan ini pun mendapat respon haru dan apresiasi mendalam dari tokoh-tokoh Melayu serta murid almarhum:
Syarifuddin Siba & Prof. Dr. Djohar Arifin Husin: Menyoroti almarhum sebagai musisi Melayu kelas dunia yang bersahaja. Siba menyampaikan apresiasi tinggi kepada PW ISMI Sumut yang kembali memberikan penghargaan bagi Ahmad Baqi setelah hampir 30 tahun sejak penghargaan terakhir dari Gubernur Sumut Raja Inal Siregar pada 1998.
KH Amiruddin MS: Menyebut Ahmad Baqi bukan sekadar komponis, melainkan tokoh yang mempertemukan nilai Islam, adab, dan tradisi Melayu dalam dakwahnya.
Abdul Rahim Jalidar (Seniman Gambus Sabah): Mengenang gurunya sebagai seniman 'paket lengkap' seorang sastrawan, komposer, sekaligus penulis lagu yang tiada tandingannya hingga saat ini.
Melalui penganugerahan ini, PW ISMI Sumut berharap warisan karya Ahmad Baqi tidak sekadar menjadi kenangan sejarah, tetapi terus dirawat dan dijadikan inspirasi bagi pengembangan seni budaya Melayu di masa depan.
Editor : Chris