get app
inews
Aa Text
Read Next : Nyaman Tanpa Cemas: Ribuan Juru Sensus Ekonomi 2026 di Deli Serdang Aman dari Risiko Kerja

Dari Duka Jadi Berdaya: BPJS Ketenagakerjaan Bimbing 120 Ahli Waris Bangkit Berwirausaha

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:35 WIB
header img
BPJS Ketenagakerjaan memastikan para ahli waris tidak berjalan sendirian melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). (Istimewa)

MEDAN, iNewsMedan.id - Kehilangan tulang punggung keluarga adalah duka yang mendalam. Namun, di balik duka tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memastikan para ahli waris tidak berjalan sendirian. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), semangat Value Beyond Protection diwujudkan nyata, mengubah manfaat finansial menjadi pijakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Momentum ini menguat seiring dengan Soft Launching Nasional PEKA yang diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, di Bandung pada 18 Agustus 2026. Secara nasional, 1.426 penerima manfaat mengikuti program ini di 45 titik. Khusus di wilayah operasional BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, gelombang pemberdayaan bergulir masif dengan mengikutsertakan 120 orang peserta secara serentak di delapan titik, meliputi Medan, Kisaran, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Langsa, Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Meulaboh.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Kunto Wibowo, menegaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan akan kebingungan yang sering dialami ahli waris setelah menerima klaim.

"Sering kali ahli waris ataupun penerima manfaat agak kebingungan. Mereka membutuhkan hal lain selain uang tunai, yaitu literasi agar manfaat tersebut dapat digunakan secara tepat," ujar Kunto di sela-sela pembukaan kegiatan di Medan, Rabu (19/8/2026).

Untuk itu, PEKA hadir bukan sekadar pelatihan formalitas. Peserta dibekali keterampilan praktis yang aplikatif, mulai dari literasi keuangan, tata boga, menjahit, hingga tata rias, yang disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing daerah. Tujuannya mulia: mengubah pola konsumtif menjadi produktif, sehingga manfaat yang diterima dapat menjadi modal usaha yang berkelanjutan.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Dr. Illyan Chandra Simbolon, S.STP., M.SP. Ia menyebut program ini sebagai tameng efektif untuk mencegah munculnya kemiskinan baru.

"Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih. Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang statusnya berubah menjadi miskin baru akibat pencari nafkahnya meninggal dunia," harap Illyan.

Ia pun mendorong agar program ini tidak berhenti di tahap pelatihan. "Ke depannya, kegiatan ini akan kita gandeng dengan Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga ada keberlanjutan dari pelatihan hingga saat berusaha nanti," tambahnya.

Sependapat dengan itu, Kunto Wibowo menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci sukses PEKA. Pihaknya melibatkan pemerintah daerah, perbankan, lembaga pelatihan vokasi, hingga komunitas untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan.

"Harapannya kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Bahkan, kita berharap nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru," tutup Kunto.

Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa perlindungan tidak berhenti saat klaim dibayarkan, melainkan berlanjut hingga peserta mampu berdiri di atas kaki sendiri, produktif, dan kembali menyalakan harapan bagi masa depan keluarga.

Editor : Chris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut