5 Jenis Flow Meter dan Fungsinya dalam Dunia Industri
Flow meter elektromagnetik bekerja berdasarkan prinsip hukum Faraday. Ketika cairan konduktif seperti air atau larutan kimia mengalir melalui medan magnet yang dihasilkan flow meter, akan terjadi gangguan medan magnet tersebut yang kemudian dihitung untuk menentukan laju aliran.

Alat ini banyak digunakan dalam industri dan proses manufaktur yang menuntut pengukuran akurat dan stabil. Kelebihannya bisa mengukur cairan dengan partikel padat asalkan bersifat konduktif dan alat ini tahan terhadap korosi serta berbagai kondisi fluida. Flow meter ini ideal untuk aplikasi di sistem pengolahan air dan larutan kimia.
Flow meter vortex memanfaatkan efek vortex, yaitu pusaran yang terjadi ketika fluida melewati penghalang di dalam pipa. Alat ini mampu mengukur aliran cairan maupun gas dengan tingkat akurasi yang tinggi. Flow meter vortex banyak ditemui dalam aplikasi yang membutuhkan pengukuran laju aliran stabil dan presisi, seperti industri energi dan proses kimia.
Salah satu keunggulan flow meter vortex adalah kemampuannya mengukur berbagai jenis fluida tanpa bergerak mekanik yang rentan aus. Alat ini cukup tahan lama dan memerlukan sedikit perawatan sehingga cocok untuk proses yang berjalan terus-menerus dan dibandingkan dengan flow meter turbin, lebih awet dalam kondisi kasar.
Flow meter turbin menggunakan prinsip mekanik, di mana turbin di dalam pipa akan berputar saat fluida mengalir melewatinya. Putaran turbin ini kemudian menghasilkan sinyal listrik yang dikonversi menjadi nilai laju aliran. Flow meter turbin cocok untuk mengukur cairan dengan viskositas rendah dan tekanan tinggi seperti bahan bakar dan oli.
Jenis flow meter ini memberikan hasil pengukuran yang akurat dan respons cepat terhadap perubahan aliran, sehingga sering digunakan di sektor minyak dan gas. Namun, karena ada bagian bergerak, flow meter ini mungkin tidak cocok untuk fluida yang mengandung partikel besar atau kotoran yang dapat merusak turbin.
Editor : Rizqa Leony Putri