Ekosistem Kopi Sumatera Diperkuat, 54 Pelaku Usaha Ramaikan ICX Medan
MEDAN, iNewsMedan.id- Industri kopi Sumatera kembali mendapat panggung melalui penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026. Pameran yang berlangsung di Tiara Convention Center, 31 Juli hingga 2 Agustus, menjadi ajang mempertemukan petani, pelaku UMKM, roastery, coffee shop, hingga penyedia mesin dan peralatan kopi untuk memperluas peluang bisnis.
Sebanyak 54 peserta ambil bagian dalam pameran tersebut. Selain menampilkan berbagai produk dan teknologi terbaru, kegiatan ini juga menjadi ruang transaksi serta memperkuat rantai pasok industri kopi nasional yang selama ini ditopang oleh sejumlah daerah penghasil kopi di Sumatera, seperti Mandailing, Lintong, Sidikalang, Gayo, Kerinci, dan Karo.
Direktur Dyandra Promosindo Michael Bayu A. Sumarijanto mengatakan Medan dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan di Sumatera sekaligus pintu masuk bagi pengembangan pasar kopi nasional.
"Sumatera bukan hanya salah satu produsen utama kopi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga rantai pasok nasional. Kami ingin pameran ini membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk bagi perdagangan green bean sehingga memberi nilai tambah bagi petani," katanya, Jumat, 31 Juli 2026.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda bisnis dan edukasi, mulai dari sesi cupping, pameran teknologi pengolahan kopi, hingga Indonesia Brewers Cup Regional 3 yang diikuti 25 brewer dari 18 coffee shop sebagai bagian dari seleksi menuju kompetisi nasional.
Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, menilai pameran seperti ICX penting untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Menurutnya, Sumatera memiliki karakter kopi yang telah dikenal dunia sehingga perlu terus didorong melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan akses pasar.
Selain menjadi ajang promosi, penyelenggaraan ICX juga diharapkan memberi dampak ekonomi melalui meningkatnya aktivitas perdagangan, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM.
Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM, Harun Adama Sume, mengatakan sektor kopi menjadi salah satu industri yang mampu menciptakan banyak peluang usaha. Melalui keikutsertaan pelaku UMKM dalam pameran, pemerintah mendorong perluasan jaringan bisnis dan pemulihan akses pasar, khususnya bagi pengusaha kopi yang terdampak bencana di Sumatera pada 2025.
Pameran ini juga menghadirkan ruang bagi pelaku usaha inklusif, salah satunya Warung Difabel Sharaswaty yang memberdayakan penyandang disabilitas sebagai barista.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkuat ekosistem transaksi digital bagi pelaku UMKM. Hingga semester I 2026, superapps balé by BTN telah digunakan 4,32 juta pengguna dengan ekosistem yang mencakup lebih dari 344 ribu merchant, 14 ribu developer, dan 59 pemerintah daerah.
BTN mencatat jumlah transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai 2,63 miliar transaksi, tumbuh 41,6 persen secara tahunan. Nilai transaksinya juga meningkat 55,3 persen menjadi Rp134 triliun hingga Juni 2026.
Selama pameran berlangsung, transaksi digital di seluruh tenant juga didorong melalui penggunaan QRIS dan kartu debit guna mempercepat adopsi pembayaran nontunai di sektor UMKM kopi.
Editor: Ismail