get app
inews
Aa Text
Read Next : PN Sibolga Jatuhkan Vonis Kasus Pengeroyokan di Masjid Agung Sibolga, Hukuman Terberat 12 Tahun

Di Balik Video Siswa Sakit Datangi Bank dengan Ambulans, Ini Fakta Sebenarnya

Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:33 WIB
header img
Video siswa sakit datang ke bank dengan ambulans viral. BNI menegaskan kedatangan tersebut bukan atas arahan petugas dan proses aktivasi rekening PIP telah selesai. Foto: Tangkapan layar

MEDAN, iNewsMedan.id- Video seorang siswa yang datang ke sebuah bank di Lubuk Pakam menggunakan ambulans sambil tetap terbaring di atas tempat tidur pasien menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video tersebut, siswa itu disebut sedang mengurus aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP), sehingga memicu berbagai spekulasi dari warganet.

Menanggapi video yang viral itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memastikan kedatangan siswa menggunakan ambulans bukan atas permintaan ataupun arahan petugas. Bank juga menyatakan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa tersebut telah rampung.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan pihaknya turut prihatin atas kondisi kesehatan siswa tersebut. Menurutnya, petugas telah mendampingi keluarga hingga seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan.

"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal keluarga telah diberi informasi bahwa aktivasi rekening tidak harus dilakukan saat itu juga. Selain mempertimbangkan kondisi kesehatan siswa, masa pelaksanaan aktivasi rekening PIP juga masih berlangsung hingga akhir 2026.

Meski demikian, keluarga kembali ke kantor cabang pada hari yang sama untuk melanjutkan proses tersebut. Petugas kemudian mempersilakan siswa tetap berada di dalam ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan masuk ke dalam gedung bank.

"Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia," kata Okki.

BNI menyebut seluruh persyaratan administrasi akhirnya dapat dipenuhi sehingga aktivasi rekening PIP selesai diproses. Selama proses berlangsung, petugas tetap memberikan pendampingan kepada keluarga.

Selain memberikan klarifikasi atas video yang beredar, BNI juga menjelaskan telah memiliki mekanisme pelayanan bagi nasabah dengan kondisi kesehatan tertentu maupun kebutuhan khusus. Layanan tersebut dapat dikoordinasikan terlebih dahulu dengan kantor cabang agar petugas dapat menyiapkan bentuk pelayanan yang sesuai, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan proses verifikasi.

"Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Okki.

Sebagai tindak lanjut, BNI menyatakan akan terus mengevaluasi standar pelayanan di seluruh unit kerja, terutama bagi nasabah yang memiliki keterbatasan kondisi kesehatan atau kebutuhan khusus, agar pelayanan tetap berjalan optimal sesuai ketentuan yang berlaku. 

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut