Rencana Tol Langsa-Aceh Tamiang Dinilai Penting Atasi Bencana
Jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi, koridor Pangkalan Brandan–Langsa diprediksikan mampu memberikan efisiensi berupa penghematan jarak tempuh hingga 15,03%, efisiensi waktu perjalanan sebesar 51,78%, serta mengantongi tingkat Kelayakan Ekonomi (Economic Internal Rate of Return/EIRR) di angka 13,24%. Dengan kalkulasi tersebut, proyek ini diharapkan mampu memicu lonjakan pertumbuhan ekonomi, menarik investasi masuk, serta menciptakan pemerataan pembangunan yang merata di wilayah regional Sumatera Utara dan Aceh (Core, 2024).
Menanggapi berbagai pemaparan tersebut, Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dengan tegas menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya percepatan pembangunan koridor Jalan Tol Trans Sumatera di kawasan utara. Fokus utamanya tertuju pada penyelesaian pembangunan ruas Pangkalan Brandan–Langsa serta realisasi rencana pembangunan lanjutan ruas Langsa–Aceh Tamiang yang dinilai memegang peranan strategis dalam hal penguatan konektivitas sekaligus ketahanan wilayah.
"Kami berharap trase Jalan Tol Pangkalan Brandan–Langsa dapat segera memasuki tahap konstruksi sehingga konektivitas Medan hingga Aceh dapat segera terwujud. Komisi VI DPR RI juga mendukung rencana pembangunan ruas Langsa–Aceh Tamiang sebagai kelanjutan koridor Jalan Tol Trans Sumatera. Kami akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, Danantara Indonesia, dan Hutama Karya agar pembangunan kedua ruas ini dapat segera direalisasikan mengingat manfaat strategisnya dalam memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, serta mendukung kelancaran mobilisasi logistik dan penanganan kebencanaan," ungkap Andre.
Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas segala bentuk dukungan yang diberikan oleh Komisi VI DPR RI.
"Hutama Karya mengapresiasi dukungan Komisi VI DPR RI melalui fungsi pengawasannya terhadap kebijakan pemerintah di sektor BUMN, khususnya dalam memastikan keberlanjutan penugasan pembangunan JTTS. Dukungan tersebut menjadi faktor penting agar pembangunan JTTS dapat terus berjalan sesuai target sehingga manfaat konektivitas, pemerataan ekonomi, dan peningkatan daya saing wilayah dapat segera dirasakan masyarakat, terkait Huntara juga akan kami koordinasikan dengan Danantara dan instansi terkait untuk tindak lanjutnya," tambah Iwan memberikan penjelasan.
Melalui momentum kunjungan kerja ini, Komisi VI DPR RI bersama dengan pihak pemerintah, Danantara Indonesia, serta jajaran BUMN Karya kembali menegaskan komitmen kuat mereka untuk terus mengawal dan mendukung percepatan pemulihan wilayah pascabencana, di samping menggenjot pembangunan infrastruktur strategis berskala nasional.
Sinergitas yang terjalin erat ini diharapkan mampu mempercepat tuntasnya koridor Jalan Tol Trans Sumatera, memperkuat simpul-simpul konektivitas antara Sumatera Utara dan Aceh, meningkatkan daya tahan wilayah terhadap potensi bencana, serta menghadirkan dampak positif berupa manfaat ekonomi dan sosial yang berkesinambungan bagi masyarakat luas.
Editor : Jafar Sembiring