get app
inews
Aa Text
Read Next : Kakanwil Imigrasi Sumut Cek Kesiapan Layanan Paspor dan Izin Tinggal di Padang Sidimpuan

​Awas! Sindikat Love Scamming Incar 1.000 KTP WNI untuk Judi Online

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:51 WIB
header img
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan rapat bersama Tim Pengawasan Orang Asing. Foto: Dok. Imigrasi Medan.

MEDAN, iNewsMedan.id - Maraknya kejahatan siber bermodus love scamming kini semakin canggih dan meresahkan. Tak hanya memanfaatkan teknologi digital dan aset kripto agar transaksinya sulit dilacak, sindikat internasional ini bahkan diduga mengincar ribuan identitas Warga Negara Indonesia (WNI) hingga terhubung dengan jaringan judi online lintas negara.

Menanggapi ancaman transnasional yang kian kompleks tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menggelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (17/7/2026).

Rapat lintas sektoral ini menghadirkan benteng pertahanan lengkap, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, Bea Cukai, BIN, BAIS TNI, BNN, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, hingga para camat se-Kabupaten Deli Serdang.

Dalam rapat tersebut, terungkap sejumlah fakta mengejutkan hasil dari pengungkapan sindikat love scamming internasional oleh Imigrasi Medan dan Polda Sumut pada awal Juli lalu para pelaku WNA beraksi secara berkelompok dan menggunakan aset kripto sebagai saluran dana agar terhindar dari pelacakan otoritas keuangan.

Selain itu, BAIS TNI Sumatera Utara mengungkapkan adanya keterkaitan sindikat ini dengan perjudian online internasional. Jaringan ini diperkirakan sedang menargetkan pengumpulan 1.000 KTP dan 1.000 rekening WNI yang dihargai sekitar Rp500 ribu per identitas untuk dijadikan sarana transaksi kejahatan.

Bea Cukai Kualanamu menyoroti temuan WNA yang masuk menggunakan visa tujuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, namun tidak memiliki penjemput maupun tujuan jelas, bahkan hanya mengandalkan Google Translate untuk berkomunikasi.

Kantor Kemenag Deli Serdang mencatat ada 25 perkawinan campuran selama Semester I 2026 (didominasi warga Malaysia dan Turki). Menariknya, mulai ditemukan peningkatan perkawinan yang melibatkan warga negara Kamboja di hampir 10 kecamatan.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Muhammad Firman Akhsani menegaskan pentingnya membuang jauh-jauh ego sektoral dalam mengawasi pergerakan WNA.

"Modus kejahatan seperti love scamming terus berkembang. Karena itu, kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dan pertukaran informasi antarinstansi menjadi kunci agar setiap potensi ancaman bisa diantisipasi sejak dini," tegas Firman.

Langkah kolaboratif ini juga merupakan wujud nyata dari arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko yang menekankan bahwa penegakan hukum keimigrasian butuh sinergi antarinstansi yang responsif dan berbasis intelijen.

Melalui Rapat TIMPORA ini, Imigrasi Medan bersama instansi terkait berkomitmen menjaga wilayah Sumatera Utara khususnya Deli Serdang sebagai pintu masuk utama tetap aman dari ancaman kejahatan transnasional.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut