get app
inews
Aa Text
Read Next : Nyaman Tanpa Cemas: Ribuan Juru Sensus Ekonomi 2026 di Deli Serdang Aman dari Risiko Kerja

Program PEKA Hadir di Medan, Bantu Pekerja Terdampak PHK Kembali Produktif

Kamis, 09 Juli 2026 | 17:53 WIB
header img
Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri, membuka pelatihan wirausaha program PEKA bagi pekerja terdampak PHK di Medan, Kamis (8/7/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan RI, melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagut, menggelar pelatihan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan bagi pekerja, Kamis (8/7/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 45 peserta ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan (PEKA). Program tersebut menyasar para pekerja yang terdampak penutupan usaha atau pemutusan hubungan kerja (PHK), sekaligus memberikan edukasi mengenai pemanfaatan dana santunan agar digunakan secara produktif.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker RI, Dr. Indah Anggoro Putri, M.Bus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan bentuk kepedulian Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memitigasi dampak risiko kerja yang dialami oleh para pekerja.

"Kami berupaya melibatkan berbagai pihak agar Bapak dan Ibu dapat kembali bekerja atau beralih menjadi pengusaha. Jika tidak memiliki pengalaman, kami sediakan pelatihan di sini. Manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan yang diterima sebaiknya digunakan secara produktif untuk terus memutar roda perekonomian keluarga," ujar Indah Anggoro Putri, Kamis (9/7/2026).

Dalam rangkaian acara tersebut, diserahkan pula santunan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta beasiswa pendidikan kepada para penerima manfaat.

Salah satu penerima manfaat, Fariz Muhammad Setiawan, menerima santunan berupa JKK, JHT, Jaminan Pensiun (JP), serta beasiswa pendidikan dengan total nilai mencapai Rp424.732.540. Ariaty, yang mendampingi Fariz, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini dalam menata masa depan keluarganya.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya program PEKA ini. Uang santunan yang diterima akan kami gunakan sebaik mungkin sebagai modal usaha, sehingga pendidikan Fariz dan kakaknya yang sedang berkuliah di Yogyakarta dapat terus berjalan dengan lancar," ungkap Ariaty.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Kunto Wibowo, menambahkan bahwa fungsi utama lembaganya bukan sekadar menyalurkan santunan. Melalui program PEKA, pihaknya berkomitmen untuk terus membimbing penerima manfaat agar dapat mandiri dan kembali produktif.

"Perlindungan kami jangan berhenti saat santunan saja, tetapi bagaimana membimbing para penerima manfaat agar kesejahteraannya berkelanjutan. Harapannya, keluarga peserta yang terdampak PHK, kecelakaan kerja, maupun kematian, dapat bangkit kembali," jelas Kunto.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan pejabat dari Sekretariat Kabinet RI, Satgas Program Keluarga Harapan (PKH), perwakilan Kementerian UMKM, serta Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara.

Sebagai langkah tindak lanjut, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Sumbagut. Dalam waktu dekat, direncanakan pelatihan wirausaha serupa akan kembali digelar melalui kemitraan dengan salah satu bank syariah di Medan.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut