Cari Penyebab Pasti Kematian, Tim Forensik RS Bhayangkara Ekshumasi Jenazah Steven Sitorus di Toba
TOBA, iNewsMedan.id - Tim forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat II Medan melakukan ekshumasi (pembongkaran makam untuk autopsi) terhadap jenazah Steven Arya Sitorus (16) di Dusun Adian Bolon, Desa Pintu Pohan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, Sabtu (13/6/2026). Langkah investigasi ini diambil guna memastikan penyebab pasti kematian remaja tersebut menyusul adanya kecurigaan dari pihak keluarga.
Proses ekshumasi dipimpin langsung oleh Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr. Surjit Singh, Sp.F., DFM dengan didampingi oleh ahli forensik Juwita Panjaitan beserta tim medis. Sejak pagi hari, proses ini telah disaksikan oleh pihak keluarga, warga sekitar, serta aparat keamanan setempat.
Pembongkaran makam ini dipicu oleh rasa janggal yang dirasakan keluarga saat jenazah Steven pertama kali ditemukan di Sungai Tangkahan, Kabupaten Langkat, pada Senin, 1 Juni 2026 lalu.
Ibunda Steven, Armina Dewi Siagian membeberkan bahwa kondisi fisik mendiang putrahnya dipenuhi dengan luka-luka yang tidak wajar untuk ukuran korban tenggelam.
"Kondisi fisik Steven saat ditemukan sangat berbeda dari yang kami harapkan. Ada luka di bagian tempurung, hidung dan mulut mengeluarkan darah, luka di leher sebelah kiri, serta lebam di tangan, punggung, pergelangan tangan, dan kaki," ungkap Armina dengan penuh rasa terpukul saat menyaksikan jalannya ekshumasi.
Untuk diketahui bahwa Minggu, 31 Mei 2026, Steven dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya saat tengah berlibur dan mandi di objek wisata Sungai Tangkahan sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian pada Senin, 1 Juni 2026, jenazah Steven berhasil ditemukan di lokasi sungai tersebut dengan kondisi luka-luka. Pihak keluarga resmi membuat laporan ke pihak berwajib atas dugaan tindak pidana pembunuhan dengan nomor laporan: LP/B/103/VI/2026/SPKT/Polsek PD Tualang/Polres Langkat/Polda Sumut.
Di lokasi makam, sejumlah petugas dari Polsek Padang Tualang tampak hadir mengamankan situasi. Namun, pihak kepolisian di lapangan masih enggan memberikan keterangan lebih detail mengenai perkembangan penyelidikan.
Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang, Ipda Juanda menyarankan awak media agar melakukan konfirmasi langsung satu pintu melalui Humas Polres Langkat.
Di sisi lain, perwakilan keluarga korban menegaskan akan terus mengawal jalannya kasus hukum ini hingga tuntas demi mendapatkan keadilan bagi berpulangnya Steven.
"Perjalanan Steven mungkin sudah berakhir, tetapi kami berharap keadilan dan kebenaran akan terungkap melalui ekshumasi ini," ujar salah satu anggota keluarga di lokasi.
Setelah proses ekshumasi dan pengambilan sampel medis selesai dilaksanakan, jenazah Steven kemudian dimakamkan kembali. Pihak keluarga turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Kepolisian, TNI, pemerintah setempat, serta warga sekitar yang telah membantu memfasilitasi dan menjaga kelancaran seluruh proses dari awal hingga selesai.
Editor : Jafar Sembiring