Dua Hari Tertimbun Longsor Batangtoru, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas
TAPSEL, iNewsMedan.id — Pencarian dramatis terhadap korban longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, akhirnya berakhir duka. Setelah dua hari tertimbun material longsor, ibu dan anak yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Yasine Gulo (43) dan anaknya, Sariman Gulo (25). Keduanya ditemukan Tim SAR Gabungan di lokasi longsor yang dipenuhi timbunan tanah, batu, dan pepohonan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan korban pertama atas nama Yasine ditemukan lebih dulu pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 09.40 WIB.
“Korban pertama berhasil ditemukan setelah Tim SAR Gabungan melakukan assessment dan penyisiran di area longsoran menggunakan peralatan manual serta dukungan alat berat,” ujar Hery Marantika, Rabu (20/5/2026).
Jenazah Yasine kemudian dievakuasi menuju rumah sakit di Tapanuli Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
Usai menemukan korban pertama, operasi SAR dilanjutkan untuk mencari Sariman yang diduga masih tertimbun di sekitar titik longsor. Tim gabungan memperluas area pencarian dengan penggalian bertahap di sejumlah sektor prioritas.
Menurut Hery, proses pencarian berlangsung berat karena medan longsor cukup luas dan kondisi tanah masih labil akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan tersebut.
“Tim melakukan pencarian manual, penggalian material longsor menggunakan alat berat, hingga penyisiran di titik-titik yang dicurigai berdasarkan informasi warga dan analisa tim di lapangan,” katanya.
SAR gabungan juga harus bekerja ekstra hati-hati lantaran area longsor berpotensi mengalami longsor susulan. Tingginya kelembapan tanah membuat proses evakuasi dilakukan perlahan untuk menghindari risiko bagi petugas.
Setelah pencarian berjam-jam, Sariman akhirnya ditemukan pada Rabu pagi sekitar pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban kedua ditemukan di area longsoran setelah tim melakukan penggalian dan penyisiran lanjutan pada sektor prioritas pencarian,” ungkap Hery.
Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hery menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Pos SAR Danau Toba, Pos SAR Sibolga, BPBD Tapanuli Selatan, TNI-Polri, Damkar, pemerintah daerah, PT AR Martabe, hingga masyarakat setempat.
“Sinergi seluruh unsur sangat membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR longsor Batangtoru resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
Editor : Ismail