get app
inews
Aa Text
Read Next : Dorong Sineas Berjiwa Entrepreneur, Kementerian Ekonomi Kreatif Gelar ‘AKTIF’ di Medan

Berdayakan 70 Penenun, Sakkamadeha Samosir Jadi Mitra Binaan Pertamina

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:35 WIB
header img
Sakkamadeha Gallery and Workshop di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui dukungannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu mitra binaan yang menonjol adalah Sakkamadeha Gallery and Workshop yang berlokasi di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Melalui pemberdayaan penenun lokal dan pengembangan produk berbasis kain ulos, Sakkamadeha menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Filosofi "Pohon Kehidupan"

Nama Sakkamadeha diambil dari bahasa Batak yang berarti "Pohon Kehidupan". Filosofi ini menjadi fondasi utama bagi Stella Florensia Hutajulu dan timnya. Bagi mereka, Sakkamadeha bukan sekadar galeri tenun, melainkan simbol harapan agar budaya lokal tetap lestari sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sejak resmi menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pada tahun 2020, Sakkamadeha telah berkembang pesat. Saat ini, usaha tersebut memberdayakan sekitar 70 penenun lokal yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, generasi muda, hingga perajin tenun dari luar daerah.

Dukungan Pertamina untuk Kearifan Lokal

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa dukungan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memajukan UMKM berbasis kearifan lokal.

"Melalui rumah produksi di Samosir, Sakkamadeha telah memberdayakan kurang lebih 70 penenun lokal untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai ekonomi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang mandiri," ujar Fahrougi.

Inovasi Produk untuk Generasi Muda

Berlokasi di dekat kawasan Danau Toba, galeri ini tidak hanya menjual kain ulos dalam bentuk tradisional. Sakkamadeha melakukan inovasi dengan menghadirkan produk siap pakai (ready-to-wear) seperti:

- Pakaian kasual dan kemeja modern.

- Aksesori etnik.

- Kaus motif lokal.

"Di galeri ini, kami mengolah kain tenun menjadi produk fashion agar lebih fleksibel digunakan sehari-hari, terutama oleh generasi muda," jelas Stella.

Ekspansi Pasar dan Prestasi

Saat ini, Sakkamadeha mengelola tiga unit usaha utama: sentra produksi tenun, galeri penjualan, dan rumah jahit. Produk mereka dibanderol dengan harga kompetitif, mulai dari Rp50.000 untuk kaus hingga Rp2.000.000 untuk kain tenun premium.

Untuk memperluas jangkauan, Sakkamadeha aktif memanfaatkan media sosial serta rutin melakukan live streaming. Dukungan Pertamina juga membawa produk mereka ke ajang bergengsi berskala internasional, seperti F1 Powerboat (F1H2O) di Danau Toba.

Stella berharap kolaborasi ini terus berlanjut. "Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Kami berharap produk lokal Samosir ini tidak hanya dikenal di Sumatra Utara, tetapi juga mampu menembus pasar global," tutupnya.

Melalui program ini, Pertamina turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu penyediaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut