Berjuang dari Luka, Safrida Temukan Harapan di Rumah Singgah Medan
Bagi Safrida, tempat itu bukan sekadar singgahan. Di sana, ia menemukan ketenangan—sesuatu yang sebelumnya sulit ia rasakan di tengah tekanan biaya dan rasa sakit. Ia bisa lebih fokus menjalani perawatan, tanpa terus memikirkan bagaimana esok harus bertahan.
Rumah singgah tersebut saat ini menampung belasan pasien dari berbagai daerah, mulai dari Langkat, Labuhanbatu, Simalungun, Asahan, hingga luar Sumatera Utara seperti Aceh.
Mereka datang dengan cerita berbeda, namun membawa harapan yang sama: sembuh. Di tengah hiruk-pikuk kota besar, tempat sederhana itu menjadi ruang berbagi nasib dan saling menguatkan.
Para pasien tak hanya berbagi kamar, tetapi juga cerita, semangat, dan doa. Bagi Safrida, perjalanan menuju sembuh memang belum usai. Namun kini, ia tak lagi berjalan sendirian. Di sebuah rumah singgah di sudut Medan, ia menemukan bahwa harapan bisa datang dari tempat yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Editor : Ismail