Nias Barat Targetkan 6.000 Pekerja Miskin Tercover BPJS Ketenagakerjaan di Tahun 2026
NIAS BARAT, iNewsMedan.id - Memperingati Hari Otonomi Daerah, Pemerintah Kabupaten Nias Barat menunjukkan komitmen kuat dalam perlindungan sosial. Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, secara simbolis menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada empat ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan, Senin (27/4/2026).
Penyerahan santunan ini turut didampingi oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Nias Gunung Sitoli, Tunggul Rinton Mardo S. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan jaring pengaman sosial bagi pekerja dan keluarga yang ditinggalkan.
Dalam sambutannya, Bupati Eliyunus Waruwu menegaskan bahwa program perlindungan ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah, terutama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Nias Barat.
"Melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, masyarakat diharapkan lebih terlindungi dari risiko sosial ekonomi yang mendadak. Ini adalah langkah preventif agar keluarga yang ditinggalkan tidak jatuh ke jurang kemiskinan," ujar Eliyunus.
Sebagai bentuk keseriusan, Bupati mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan cakupan kepesertaan bagi masyarakat miskin. Pemerintah Kabupaten Nias Barat menargetkan penambahan kepesertaan tenaga kerja miskin dari 2.000 menjadi 6.000 orang pada tahun 2026.
Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPJS Ketenagakerjaan atas komitmen dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat pekerja di wilayahnya. Ia mengajak seluruh elemen pekerja untuk aktif mendaftarkan diri agar mendapatkan perlindungan yang optimal.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Nias Gunung Sitoli, Tunggul Rinton Mardo S mengapresiasi langkah proaktif Pemkab Nias Barat. Menurutnya, santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga ahli waris dalam melanjutkan kehidupan.
"Kami sangat menghargai dukungan Bapak Bupati. Dengan peningkatan jumlah kepesertaan hingga 6.000 tenaga kerja di tahun 2026, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial semakin meningkat, sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya di Nias Barat dapat terjamin," pungkas Tunggul, Rabu (29/4/2026).
Editor : Chris