get app
inews
Aa Text
Read Next : Yahdi Khoir: 83 Hektare Tak Berarti Bagi Perusahaan, Tapi Segalanya Bagi Rakyat!

Tak Lagi Jual Biji Mentah, Petani Dairi Kini Dibimbing Raup Cuan dari Hilirisasi Kopi

Sabtu, 25 April 2026 | 22:55 WIB
header img
Petani penerima manfaat program penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Dairi menunjukkan bantuan sarana produksi berupa pupuk organik, pupuk NPK, dan vitamin tanaman usai pelatihan budidaya kopi, kakao, dan durian, Jumat (25/4/2026). (Foto: Istimewa).

DAIRI, iNewsMedan.id- Upaya mendorong ekonomi lokal berbasis agribisnis mulai digencarkan di Kabupaten Dairi. Sebanyak 47 petani kopi, kakao, dan durian di wilayah Sidikalang dan sekitarnya masuk tahap awal program penguatan ekonomi yang menitikberatkan pada peningkatan produksi hingga hilirisasi hasil pertanian. 

Langkah ini dinilai penting mengingat Dairi selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta berkualitas di Sumatera Utara, sekaligus memiliki potensi besar pada komoditas kakao dan durian. 

Program tersebut menyasar desa-desa di sekitar wilayah operasional tambang, dengan kemungkinan diperluas ke desa lain yang memiliki potensi serupa di Kabupaten Dairi.

Chief Legal & External PT Dairi Prima Mineral, Radianto Airfin mengatakan, para penerima manfaat merupakan petani terpilih dari sekitar 200 peserta program tahun 2025. “Sekitar 47 orang telah penerima manfaat yang terdiri dari kelompok petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi akan menjadi bagian dari tahap awal implementasi,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026). 

Menurutnya, para petani dipilih berdasarkan komitmen yang telah ditunjukkan selama mengikuti program sebelumnya. Melalui pendampingan bersama Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, kelompok tani, dan mitra ahli, para petani mendapat pelatihan intensif terkait budidaya kopi, kakao, dan durian, termasuk pengendalian hama. 

Tak hanya pelatihan, dukungan sarana produksi seperti pupuk khusus dan vitamin tanaman juga diberikan untuk mendongkrak hasil panen dan kualitas komoditas. Program ini mengusung skema pengembangan dari hulu ke hilir. 

Pada sektor hulu, petani didorong menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) guna meningkatkan produktivitas dan mutu hasil panen. Sementara di sektor hilir, fokus diarahkan pada penguatan proses pascapanen dan pengembangan produk turunan agar komoditas tidak lagi dijual dalam bentuk mentah. 

Selain itu, diversifikasi komoditas juga didorong agar petani tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan, sehingga lebih tahan terhadap gejolak harga pasar. 

Radianto menyebut, pihaknya berharap program tersebut mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. 

“Kami berharap program ini akan mampu mendorong ekonomi lokal dan memberikan dampak yang positif bagi petani kopi, durian dan kakao. Ini adalah komitmen berkelanjutan Perusahaan dalam bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat,” katanya. 

Dalam jangka pendek, program ini ditargetkan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani. 

Sedangkan dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan mampu menekan ketergantungan masyarakat terhadap sektor ekstraktif dan memperkuat posisi Dairi sebagai kawasan agribisnis unggulan berbasis komoditas premium.

 

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut