get app
inews
Aa Text
Read Next : Industri Asuransi Diprediksi Tumbuh, Agen Diminta Siap Hadapi Perubahan Regulasi

Penetrasi Baru 2,72 Persen, Industri Asuransi Lihat Peluang Besar di Sumut

Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:10 WIB
header img
Manajemen Manulife Indonesia berfoto bersama usai peresmian kantor pemasaran mandiri (general agency) Bisnis Network di Medan, Kamis, sebagai upaya memperluas akses layanan asuransi di Sumatera Utara. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id- Industri asuransi di Sumatera Utara dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Hal ini terlihat dari tingkat penetrasi asuransi di wilayah tersebut yang masih relatif rendah dibandingkan potensi jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Melihat peluang tersebut, Manulife Indonesia meresmikan kantor pemasaran mandiri atau general agency (GA) baru di Kota Medan, Kamis. Kantor yang diberi nama GA Bisnis Network itu berlokasi di Jalan Brigjen Katamso.

Peresmian kantor tersebut dihadiri Chief Operations Officer Manulife Indonesia Caroline Utomo, GM Agency Manulife Indonesia William Satriadi Soetrisno, Chief Agency Officer General Agency Nusantara Harryanto Juwono, serta Kepala Kantor Pemasaran Mandiri Bisnis Network Eddy.

Caroline Utomo mengatakan pembukaan kantor pemasaran baru dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendekatkan akses perlindungan finansial kepada masyarakat di Medan dan wilayah sekitarnya.

“Medan merupakan salah satu pusat ekonomi di Sumatera Utara dengan jumlah penduduk yang besar. Potensi pasar asuransi di wilayah ini juga masih terbuka lebar,” ujarnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan tingkat penetrasi asuransi di Sumatera Utara masih sekitar 2,72 persen hingga Februari 2025. Angka tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat belum memiliki perlindungan asuransi.

Sementara itu, nilai premi asuransi jiwa di wilayah Sumatera Utara tercatat mencapai Rp9,40 triliun hingga November 2025. Angka tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan finansial terus meningkat.

William Satriadi Soetrisno menilai keberadaan kantor pemasaran mandiri di daerah dapat memperkuat distribusi produk asuransi sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Kehadiran kantor ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi dan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan finansial,” katanya.

Secara nasional, Manulife Indonesia saat ini didukung lebih dari 16.000 tenaga pemasar. Sepanjang 2024, perusahaan tersebut mencatat pembayaran klaim kepada nasabah mencapai Rp8,3 triliun.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut