Mahasiswa Unimed Ciptakan IQRO Elektronik, Perluas Kolaborasi Nasional hingga Internasional
MEDAN, iNewsMedan.id - Inovasi pendidikan inklusif kembali lahir dari mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed). Melalui pengembangan IQRO Elektronik Berbasis Taktil Elastomer dengan Umpan Balik Suara Interaktif, tim Iqronic tidak hanya meningkatkan literasi Al-Qur’an Braille di Sumatera Utara, tetapi juga memperluas kolaborasi hingga tingkat nasional dan internasional sebagai bagian dari program berkelanjutan.
Inovasi ini awalnya diimplementasikan secara rutin di DPD Pertuni Sumatera Utara, Kecamatan Medan Petisah, sejak 22 Desember 2025 hingga 27 Februari 2026. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 45 persen dari 150 kartu keluarga terdaftar atau sekitar 80 peserta mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an Braille.
Program tersebut kemudian dikembangkan menjadi model pembelajaran berbasis keberlanjutan (sustainable program).
Ketua Tim IQRO Elektronik, Aldino mengatakan, seiring perkembangannya, distribusi IQRO Elektronik telah menjangkau sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya SLB A Karya Murni Medan, SLB ABC Taman Pendidikan Islam Medan, serta Pesantren Inklusi Darul Insani Qur’an Binjai.
Selain Aldino, IQRO Elektronik juga turut dikembangkan bersama timnya, Raudhatul Jannah, dan Andira di bawah bimbingan dosen Unimed Asna Istikmalatul Muktamaroh, M.Pd.
"Tim Iqronic juga menjalin komunikasi dengan Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Pemerintah Kota Tanjung Balai untuk membuka peluang replikasi program di berbagai daerah," kata Aldino, Selasa (3/3/2026).
Dia menjelaskan, langkah strategis lainnya dilakukan melalui partisipasi dalam The 9th International Conference on Zakat yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 9–11 Desember 2025 lalu. Dalam forum tersebut, tim Iqronic mempresentasikan model pengembangan IQRO Elektronik sebagai inovasi sosial berbasis teknologi yang mendukung inklusivitas pendidikan dan pemberdayaan disabilitas dalam perspektif filantropi Islam.
"Tidak berhenti di tingkat nasional, tim juga menggelar International Sharing Session bersama mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada 1 Maret 2026 secara daring. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pertukaran gagasan terkait pengembangan media pembelajaran Al-Qur’an yang aksesibel serta peluang implementasi di komunitas disabilitas netra secara global," jelasnya.
Dia menuturkan, untuk perangkat ini memadukan huruf Braille dengan tombol taktil elastomer yang dilengkapi audio pelafalan saat ditekan, sehingga memungkinkan pengguna memastikan ketepatan bacaan secara langsung.
Pengembangan IQRO Elektronik merupakan bagian dari program Innovillage, kompetisi sosial-preneurship berbasis teknologi digital yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia dan Telkom University. Program tersebut mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi sosial berdampak jangka panjang yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Iqronic dirancang bukan sekadar sebagai produk inovasi, melainkan sebagai gerakan literasi Al-Qur’an Braille yang berkelanjutan.
"Kami ingin model ini dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia dan berkembang melalui kolaborasi internasional. Dengan perluasan jejaring nasional dan internasional tersebut, IQRO Elektronik diharapkan dapat diproyeksikan sebagai model pembelajaran Al-Qur’an Braille berbasis teknologi sosial yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas netra di Indonesia," pungkas Aldino.
Editor : Jafar Sembiring