get app
inews
Aa Text
Read Next : Iran Ngamuk, 6 Intelijen CIA AS Tewas dalam Serangan Maut di UEA

Serangan Amerika-Israel Tewaskan 555 Orang, 200 di Antaranya Anak SD Sedang Puasa Ramadhan

Senin, 02 Maret 2026 | 16:34 WIB
header img
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan keras terkait eskalasi militer yang dilakukan Israel dan AS terhadap negaranya. Foto: Jonathan Simanjuntak

JAKARTA, iNewsMedan.id -  Suasana duka menyelimuti Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan keras terkait eskalasi militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap negaranya. Ia mengungkapkan bahwa serangan yang dimulai sejak Sabtu (28/2) tersebut telah memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan.

Hingga hari ini, Boroujerdi mencatat sedikitnya 555 warga sipil tewas. Mirisnya, mayoritas korban adalah kelompok rentan yang tidak terlibat dalam konflik militer.

Tragedi di Bulan Suci Ramadhan

Dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/6), Boroujerdi memaparkan fakta yang menyesakkan hati. Dari total korban jiwa, sekitar 200 di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Kejadian ini terasa kian tragis karena para korban merupakan masyarakat sipil yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

"Kurang lebih 200 anak SD meninggal dunia. Mereka adalah warga non-militer yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dalam keadaan lapar dan haus karena beribadah, mereka justru dijadikan sasaran," ungkap Boroujerdi dengan nada bicara yang dalam.

Diplomasi yang Dikhianati

Tak hanya soal jatuhnya korban jiwa, Boroujerdi juga mengecam keras sikap Amerika Serikat dan Israel yang dinilai telah mengkhianati jalur meja perundingan. Menurutnya, serangan ini terjadi justru di saat proses diplomasi tengah menunjukkan titik terang.

Ia menekankan bahwa tindakan militer ini adalah bukti nyata ketidakpatuhan kedua negara tersebut terhadap hukum internasional dan negosiasi damai.

"Ini membuktikan sekali lagi bahwa mereka tidak patuh pada diplomasi. Saat kami berada di meja perundingan, mereka justru menyerang Iran," tegasnya.

Pernyataan Boroujerdi ini juga diperkuat oleh kesaksian Menteri Luar Negeri Oman selaku mediator netral, yang menyebutkan bahwa sebenarnya proses negosiasi sudah mencapai tahap yang sangat progresif sebelum serangan terjadi.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut