get app
inews
Aa Text
Read Next : Serangan Amerika-Israel Tewaskan 555 Orang, 200 di Antaranya Anak SD Sedang Puasa Ramadhan

Kiamat di Jalur Laut? Iran Tutup Total Selat Hormuz, Berpotensi Besar Pasokan Minyak Global Lumpuh!

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:03 WIB
header img
Dunia berada di ambang kiamat ekonomi dan energi setelah Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026). Foto: AP

JAKARTA, iNewsMedan.id - Dunia kini berada di ambang kiamat ekonomi dan energi yang mengerikan setelah Republik Islam Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz pada Minggu, 1 Maret 2026.

Langkah ekstrem Selat Hormuz ditutup ini diambil Teheran sebagai bentuk balas dendam pamungkas atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Melalui pengumuman militer yang disiarkan secara global, Iran mengharamkan kapal apa pun, mulai dari tanker minyak raksasa hingga kapal kargo komersial, untuk melintasi jalur air paling krusial di planet bumi tersebut.

Situasi di kawasan Teluk dilaporkan sangat mencekam setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengerahkan seluruh kekuatan tempurnya untuk menyegel gerbang utama pasokan energi dunia itu.

Berbagai laporan intelijen menyebutkan bahwa ribuan ranjau laut telah disebar, sementara baterai rudal pesisir dan kawanan drone bunuh diri kini dalam posisi siap tembak di sepanjang pesisir selat. Tindakan nekat ini seketika memutus urat nadi distribusi minyak dari negara-negara produsen besar seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, yang selama ini menggantungkan nasib ekspor mereka melalui jalur sempit tersebut.

Ancaman Kiamat Jalur Laut ini diprediksi akan mengirimkan gelombang kejut yang dahsyat ke seluruh penjuru dunia, termasuk dampak ekonomi yang mungkin terasa  akibat lonjakan harga BBM global yang tak terkendali. Pemerintah Iran menegaskan bahwa blokade total ini tidak akan dibuka sampai keamanan wilayah mereka kembali terjamin, sebuah pernyataan yang secara praktis memutus akses bagi seperlima konsumsi minyak dunia.

Saat ini, dunia internasional tengah menahan napas menunggu respons dari armada laut Amerika Serikat yang juga telah bersiaga di kawasan tersebut. Ketegangan yang berada di titik didih ini membawa bayang-bayang konfrontasi militer terbuka yang bisa memicu perang skala besar.

Di tengah bursa saham global yang mulai rontok, penutupan Selat Hormuz menjadi sinyal paling nyata bahwa stabilitas keamanan dunia kini berada di ujung tanduk.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut