get app
inews
Aa Text
Read Next : Demo Berdarah di Iran, 5.000 Orang Dilaporkan Tewas

Trump Sesumbar, Ali Khamenei Tewas Setelah Serangan Rudal ke Kompleks Kediamannya

Minggu, 01 Maret 2026 | 07:29 WIB
header img
Perang Timur Tengah. Rudal Israel sasar kantor Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan rudal, Sabtu (28/2/2026).Belum diketahui nasib tokoh Iran berusia 86 tahun itu. Foto: AP

JAKARTA. iNewsMedan.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan melalui media sosial Truth Social pada Minggu, 1 Maret 2026.

Dalam unggahannya, Trump mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas akibat serangan besar yang dilancarkan oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Trump menyebut Khamenei sebagai salah satu sosok paling jahat dalam sejarah dan menilai kematian ini sebagai peluang besar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali kedaulatan negara mereka.

Namun, pernyataan tersebut juga memicu kekhawatiran mendalam mengenai masa depan Republik Islam serta potensi meningkatnya ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

Kabar mengenai tewasnya pemimpin berusia 86 tahun tersebut sebelumnya juga disinggung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidato nasional.

Netanyahu mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa Khamenei tewas saat kompleks kediamannya dihantam serangan pada Sabtu pagi.

Tak lama berselang, dua pejabat Israel yang enggan disebutkan identitasnya mengklaim telah mengonfirmasi kematian tersebut, meski rincian lebih lanjut belum dipublikasikan secara resmi. Situasi di Teheran pun dilaporkan beragam, di mana sejumlah warga dilaporkan menyambut kabar ini dengan sorak-sorai dan kegembiraan di jalanan.

Meski demikian, pihak Iran sempat memberikan bantahan sebelum pengumuman Trump tersebut meluas. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sempat menegaskan kepada stasiun televisi NBC bahwa Presiden Masoud Pezeshkian dan Ayatollah Ali Khamenei dalam kondisi selamat.

Araghchi menyatakan bahwa seluruh pejabat tinggi berhasil melewati serangan tersebut dan menekankan bahwa Iran tetap memiliki kekuatan untuk membalas tindakan agresor. Ia juga mengecilkan dampak kehilangan beberapa komandan militer dalam serangan di berbagai lokasi strategis tersebut.

Ketidakpastian semakin diperparah dengan adanya laporan dari sumber regional yang dikutip oleh Reuters mengenai tewasnya tokoh militer penting lainnya. Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh serta Komandan Korps Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour dikabarkan gugur dalam operasi udara yang sama. Hingga saat ini, laporan mengenai kematian para pejabat tinggi Iran tersebut masih dalam proses verifikasi independen di tengah situasi yang terus memanas.

 

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut