Spektakel Lidah Gen Z 2026: Festival Rempah, Seni, dan Kreativitas Anak Muda di Medan
Program ini mendapat dukungan dari Program Layanan Produksi Kegiatan Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Herawanti menegaskan, kegiatan ini dirancang untuk “mengintervensi” lidah Gen Z agar terjalin relasi yang intim dengan rasa dan aroma Nusantara. Targetnya, sekitar 1.500 Generasi Z dari seluruh Sumatera Utara terlibat dalam rangkaian kegiatan, dengan estimasi 1.000 pengunjung hadir selama dua hari pelaksanaan.
Pendiri Teater Rumah Mata dan Warkop Rempah Sumatra, Agus Susilo, menjelaskan bahwa Spektakel Lidah Gen Z dibagi dalam tiga bagian besar.
Pertama, Diskusi dan Workshop yang meliputi dialog lintas gagasan serta workshop penciptaan karya seni dengan eksplorasi rempah sebagai sumber inspirasi.
Kedua, Lomba Berbasis Rempah, di antaranya Taman Rempah 1x1 Meter Awards, Raba, Belai, Cium Rempah, Resep Racik Rempah, serta Invitasi Talenta Bertema Rempah dengan empat cabang lomba: akting, baca puisi, konten kreator, dan fashion show.
“Raba, Belai, Cium Rempah kita buat untuk meningkatkan kemampuan Gen Z dalam mengenali rempah-rempah,” ujar Agus.
Untuk kategori lomba, panitia menargetkan 300 peserta pada Eksebisi Rempah, 200 peserta pada Raba, Belai, Cium Rempah, 150 peserta pada Resep Racik Rempah, yang resepnya akan dipatenkan, serta 100 peserta pada Taman Rempah 1x1 Meter.
Ketiga, Pertunjukan Seni yang meliputi Panggung Eksebisi Rempah, Dongeng Kasih Kisah Rempah, dan pertunjukan teater bertema rempah sebagai klimaks acara.
Program ini menyasar Generasi Z kelahiran 1997–2012 atau usia 13–26 tahun. Penyelenggara juga akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Dinas Pariwisata Kota Medan, serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, termasuk melibatkan pimpinan DPRD Sumatera Utara, lembaga pendidikan, sanggar, dan komunitas budaya.
Melalui festival ini, Herawanti berharap lahir generasi yang tercerahkan terhadap eksistensinya sebagai penerus bangsa. Kesadaran tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis rempah yang relevan dengan selera kekinian.
“Sumatera Utara, khususnya Medan, akan menjadi kota percontohan yang digerakkan Gen Z untuk menegakkan kembali kejayaan rempah-rempah Nusantara,” tutupnya.
Di tengah derasnya arus globalisasi, Spektakel Lidah Gen Z menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga identitas bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana: rasa. Dari lidah yang kembali akrab dengan rempah, lahir kesadaran. Dan dari kesadaran itu, tumbuh keberanian untuk merawat kekayaan sendiri.
Editor : Chris