Sisa Sahur Terselip di Sela Gigi, Batalkan Puasa Jika Tertelan?
MEDAN, iNewsMedan.id - Pernahkah Anda merasakan sisa makanan terselip di sela-sela gigi saat sedang berpuasa? Kondisi ini sering kali memicu kekhawatiran. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: bolehkah menelan sisa makanan yang ada di dalam mulut tersebut?
Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), jawaban atas keraguan ini merujuk pada prinsip dasar dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, di mana Allah Swt. menegaskan bahwa Dia menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya dan tidak menghendaki kesukaran.
Dalam Tafsir Mafâtîh al-Ghaib, Imam al-Razi menjelaskan bahwa puasa esensinya adalah menjaga diri dari hal-hal yang membatalkannya. Namun, ada pengecualian untuk hal-hal yang bersifat darurat atau sulit dihindari.
Sama seperti lalat yang masuk ke mulut atau debu jalanan yang tertelan secara tidak sengaja, sisa makanan yang tertelan tanpa disadari juga tidak membatalkan puasa. Hal ini dikarenakan peristiwa tersebut berada di luar kendali manusia untuk "menjaga diri".
Berdasarkan penjelasan Imam al-Razi, hukumnya dibedakan menjadi dua:
1. Tidak Sengaja: Jika sisa makanan tertelan tanpa sadar atau sulit dipisahkan dari air liur, maka puasa tetap sah.
2. Sengaja: Jika seseorang sadar ada sisa makanan, mampu membedakannya, namun memilih untuk menelannya dengan sengaja, maka puasa dipastikan batal.
Pendapat senada juga disampaikan oleh Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak batal jika air liur secara alami membawa sisa makanan masuk ke perut tanpa unsur kesengajaan, terutama jika sisa tersebut sulit dipisahkan atau dibuang.
Meski demikian, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melakukan langkah preventif. Membersihkan sela-sela gigi (takhallul) setelah santap sahur sangat ditekankan agar tidak ada lagi sisa makanan yang tertinggal.
"Jika seseorang mampu menemukan sisa makanan tersebut lalu menelannya secara sengaja, maka puasanya batal secara pasti," demikian penjelasan dalam kitab tersebut.
Membersihkan mulut secara maksimal setelah sahur adalah cara terbaik untuk menghindari keraguan. Dengan mulut yang bersih, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih tenang tanpa rasa waswas akan adanya sisa makanan yang terselip. Wallahu’alam.
Editor : Jafar Sembiring