get app
inews
Aa Text
Read Next : Kenangan 45 Tahun Lalu Dibayar dengan Pembangunan Sekolah di Paya Bakung

Di Tengah Suasana Imlek dan Ramadan, Pesan Ini Menyentil Semua Pihak

Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
header img
Sofyan Tan berfoto bersama pengurus dan keluarga besar Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda saat perayaan Open House Imlek 2577 Kongzili dan Buka Puasa Bersama 1447 Hijriah di Medan, Minggu (22/2). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id– Di tengah pertemuan dua momentum besar keagamaan—Imlek 2577 Kongzili dan Ramadan 1447 Hijriah—Sofyan Tan melontarkan pesan yang tidak normatif. Ia tidak berbicara soal simbol toleransi, tetapi soal keberanian menolong tanpa bertanya identitas.

Pesan itu disampaikan dalam Open House Imlek dan Buka Puasa Bersama di Lapangan Basket Sekolah Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal, Medan, Minggu (22/2).

Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) sekaligus Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu menekankan, kemanusiaan harus berada di atas sekat agama, suku, dan ras.

Di hadapan keluarga besar YPSIM dan Universitas Satya Terra Bhinneka, Sofyan Tan mengisahkan seorang kakek pengumpul barang bekas yang hendak berbuka puasa bersama istrinya dengan membawa kurma. Namun di perjalanan, ia melihat seorang pemuda kelaparan dan menggigil di tepi selokan.

“Kakek itu berpikir, yang penting pemuda ini selamat. Soal tidak ada kurma di rumah, itu tidak penting,” ujar Sofyan Tan.

Kurma yang seharusnya menjadi menu berbuka bersama istrinya diberikan kepada orang yang tak dikenalnya. Tindakan sederhana itu, kata dia, justru memantik empati orang lain.

Seorang pria kaya yang kebetulan melintas dan menyaksikan kejadian tersebut mengikuti sang kakek hingga ke rumahnya. Ia menyerahkan makanan dan buah-buahan yang dibawanya untuk merayakan Imlek, bahkan menambahkan angpao.

“Apa yang bisa kita lihat? Hati yang bersih dan niat menolong itu mudah, tanpa harus bertanya agama, suku, atau ras orang yang dibantu,” tegasnya.

Menurut Sofyan Tan, pertemuan Imlek dan Ramadan bukan sekadar kebetulan kalender, tetapi momentum menguatkan nilai dasar bangsa: kemanusiaan. Ia mengingatkan seluruh elemen YPSIM agar konsisten memberi akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, tanpa diskriminasi.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut