Scroll Makanan Saat Puasa Ramadan, Cuma Ujian atau Bisa Jadi Makruh?
iNewsMedan.id- Ramadan itu unik. Perut lagi kosong, tapi timeline malah penuh konten makanan.
Dari gorengan crispy, dessert lumer, sampai es teh manis yang dishoot pakai slow motion 4K. Rasanya kayak ujian iman level expert.
Terus muncul pertanyaan klasik:
Scroll makanan pas puasa itu batal nggak sih?
Jawabannya: nggak batal. Tapi tetap ada catatannya.
Nggak Ada Makanan Masuk, Nggak Batal
Dalam fikih, pembatal puasa itu jelas: ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh secara sengaja.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa puasa batal jika sesuatu masuk ke dalam rongga tubuh (jauf) dengan sengaja.
Artinya?
Lihat makanan → nggak batal
Bayangin sate kambing → nggak batal
Ngiler dikit → tetap sah
Karena yang bikin batal itu makan dan minum, bukan nonton.
Tapi Puasa Itu Bukan Cuma Soal Perut
Rasulullah bersabda:
“Puasa adalah perisai.”
(HR. Muhammad dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)
Menurut penjelasan Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari, puasa disebut perisai karena ia menjaga seseorang dari dorongan hawa nafsu.
Jadi bukan cuma nahan lapar, tapi juga nahan keinginan yang berlebihan.
Kalau scroll makanan bikin:
Gelisah seharian
Ibadah jadi nggak fokus
Emosi naik karena laper
Secara hukum memang nggak batal. Tapi secara kualitas? Bisa turun.
Hukum Bisa Berubah Tergantung Dampaknya
Dalam kaidah fikih dikenal prinsip bahwa sarana mengikuti hukum tujuan.
Ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi menegaskan bahwa puasa itu latihan pengendalian diri, bukan cuma diet spiritual.
Maka status scroll makanan bisa beda-beda:
• Kalau biasa saja → mubah (boleh)
• Kalau bikin makin lapar dan nggak produktif → makruh
• Kalau sampai sengaja batal karena nggak tahan → berdosa
Jadi yang diuji bukan cuma perut, tapi kontrol diri.
Jadi Harus Gimana?
Simple.
Kalau kamu kuat mental, lihat konten makanan tetap chill, ibadah jalan, aman.
Tapi kalau tiap lihat video mukbang langsung buka jam dan ngecek waktu Maghrib tiap lima menit… mungkin itu tanda harus detox FYP dulu.
Karena Ramadan itu bukan cuma nahan haus, tapi juga nahan “scroll tanpa arah”.
Intinya
• Tidak membatalkan puasa
• Tidak ada dalil sahih yang menyebut haram
• Bisa mengurangi nilai puasa kalau berlebihan
• Kendali diri adalah kuncinya
Ramadan bukan soal seberapa lapar kamu, tapi seberapa bisa kamu mengendalikan diri.
Editor : Ismail