get app
inews
Aa Text
Read Next : Cekcok Masalah Kunci Motor, Pria di Simalungun Tewas Dianiaya Teman Sendiri Pakai Botol Minuman

Tragedi Subuh di Dolok Merangir, Seorang Pemuda Tewas Tertemper Kereta Api Jurusan Medan-Siantar

Selasa, 17 Februari 2026 | 16:43 WIB
header img
Petugas kepolisian mengevakuasi jenazah ke RSUD Djasamen Saragih untuk proses identifikasi lebih lanjut. Foto: Istimewa

SIMALUNGUN, iNewsMedan.id - Seorang pemuda berinisial HI (24) dilaporkan tewas mengenaskan setelah tertemper Kereta Api R2802 di perlintasan kawasan Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Selasa (17/2/2026) dini hari.

Insiden maut ini terjadi sekitar pukul 04.45 WIB di KM 26+5/6 petak jalan Baja Linggei-Dolok Merangir. Korban yang merupakan warga Desa Limbong, Kabupaten Serdang Bedagai, ditemukan dalam kondisi luka berat yang sangat memprihatinkan akibat hantaman si ular besi.

Kapolsek Serbelawan, AKP Gunawan Sembiring, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kondisi jasad korban saat ditemukan mengalami luka berat di bagian kepala dan anggota tubuh yang tidak utuh lagi. Beberapa bagian tubuh bahkan ditemukan terpisah sejauh 380 meter dari titik awal kejadian," ungkap AKP Gunawan, Selasa (17/2/2026) siang.

Berdasarkan keterangan masinis KA R2802, Andi Purnama, kereta saat itu tengah melaju dari arah Medan menuju Pematang Siantar. Di lokasi kejadian yang merupakan area perkebunan minim penerangan, masinis melihat seorang pria berada di tengah jalur rel.

"Saksi (masinis) menyatakan sudah membunyikan klakson berulang kali, namun korban yang berada dalam posisi jongkok sambil memegang kepala tidak bergeser dari rel, sehingga kecelakaan tidak terhindarkan," jelas Kapolsek.

Minimnya lampu penerangan di sekitar jalur kereta api diduga membuat jarak pandang terbatas, ditambah posisi korban yang tidak merespons peringatan suara dari kereta.

Usai dievakuasi, jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk proses visum. Namun, pihak keluarga yang tiba di rumah sakit meminta agar tidak dilakukan autopsi maupun visum luar.

"Keluarga sudah ikhlas dan meyakini bahwa kematian korban murni akibat kecelakaan tertemper kereta api. Hal tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi dari pihak keluarga," tutup AKP Gunawan.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut