Kapolri Lepas Kepergian Eyang Meri dengan Janji Jaga Amanah Jenderal Hoegeng
BOGOR, iNewsMedan.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghormatan terakhir dengan menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri di Taman Pemakaman Bukan Umum Giritama, Bogor.
Eyang Meri adalah istri mendiang mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Jenderal Hoegeng Iman Santoso menjabat Kapolda Sumut (Medan) sekitar tahun 1955-1959.

Mendiang Jenderal Pol Hoegeng Imam Santoso. Foto: Dok
Saat itu, beliau berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan dikenal karena ketegasannya memberantas penyelundupan dan perjudian, bahkan menolak berbagai fasilitas mewah yang ditawarkan oleh para cukong.
Sementara dalam momen pemakaman tersebut, Kapolri mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam sekaligus kekagumannya terhadap sosok istri mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso yang selalu menjadi teladan bagi institusi kepolisian.
Sepanjang masa hidupnya, Eyang Meri dikenal tidak pernah lelah menitipkan pesan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara. Kapolri mengenang bagaimana dalam setiap pertemuan, almarhumah selalu mengingatkan para anggota polisi untuk menjadi pribadi yang baik, menjaga integritas, serta sungguh-sungguh dalam melindungi dan mengayomi masyarakat. Nasihat-nasihat tersebut kini menjadi warisan spirit yang sangat berharga bagi Polri.
Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi saat Kapolri melayat ke rumah duka, di mana pihak keluarga memutar rekaman suara asli Eyang Meri. Dalam rekaman tersebut, almarhumah berpesan agar setiap polisi mampu menjadi contoh teladan yang dimulai dari diri sendiri. Kapolri menegaskan bahwa wasiat tersebut adalah amanah besar yang harus terus dikumandangkan dan dijalankan oleh seluruh anggota kepolisian di mana pun mereka bertugas.
Kalimat yang paling mendalam bagi Kapolri adalah ketika Eyang Meri menitipkan institusi Polri agar selalu dijaga dengan baik. Pesan ini dimaknai sebagai tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai dengan doktrin luhur kepolisian.
Bagi Jenderal Listyo Sigit, nilai-nilai kesederhanaan dan kejujuran yang diwariskan oleh keluarga Jenderal Hoegeng adalah api yang akan terus menyala untuk membimbing arah masa depan Polri.
Kapolri pun melepas keberangkatan Eyang Meri dengan ucapan terima kasih yang tulus atas segala bimbingan dan kasih sayang yang telah diberikan kepada institusi.
Meskipun kini sang tokoh telah tiada, seluruh keluarga besar Polri berkomitmen untuk menjaga warisan nilai-nilai mulia yang ditinggalkannya agar tetap hidup dan menjadi pedoman dalam melayani bangsa.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta